Syarifuddin S.Gassing
ABSTRAK
Masalah pokok yang diteliti dalam kajian ini adalah bagaimana wartawan Rakyat Merdeka mengkonstruksi realitas sosial menjadi realitas media (berita). Rakyat Merdeka dipilih karena selain berita - beritanya dianggap sangat provokatif, juga dinilai sebagai koran yang sering menggunakan kata – kata kasar.
Kajian ini menggunakan teori konstruksi realitas sosial dari Peter L Berger dan Thomas Luckman yang mengemukakan bahwa realitas itu tidak dibentuk secara alamiah, tetapi ia dibentuk dan dikonstruksi, dengan demikian, realitas bisa berwajah ganda/plural, sebab setiap orang bisa mempunyai konstruksi yang berbeda – beda atas suatu realitas. Mendukung teori ini, juga digunakan teori interaksi simbolik, struktural fungsional, framing, dan etika moralitas dari James Rachels.
Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengambil studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan sejumlah informan, observasi langsung dan studi pustaka.
Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa wartawan Rakyat Merdeka dalam mengkonstruksi realitas sosial menjadi realitas media (berita) diharuskan mengikuti karakter dan prinsip redaksi yang sudah ditetapkan manajemen, termasuk kriteria dalam penjudulan, dan penggunaan bahasa.
Prinsip – prinsip jurnalistik dalam penulisan berita tetap menjadi dasar dalam pemilihan berita dan menjadi acuan dalam menentukan kebijakan pemuatan dan penempatan berita, termasuk dalam penjudulan, tetapi harus tetap memperhatikan karakter dan prinsip redaksi serta kriteria redaksi Rakyat Merdeka yang baku.
Orientasi bisnis menjadi prioritas utama dalam penggarapan dan pemuatan berita. Hal itu terkait dengan kebijakan redaksional Rakyat Mereka yang mengharuskan 70% berita berorientasi bisnis, dan hanya 30% yang terkait idealisme.
Membidik segmen pasar (pembaca) yang lebih fokus, jauh lebih berpengaruh dalam peningkatan omzet iklan, dari pada peningkatan jumlah tiras setiap harinya.
Kata Kunci: Konstruksi Realitas, Media Massa, dan Wartawan Rakyat Merdeka Jakarta.
Selengkapnya, silahkan Unduh
Kajian ini menggunakan teori konstruksi realitas sosial dari Peter L Berger dan Thomas Luckman yang mengemukakan bahwa realitas itu tidak dibentuk secara alamiah, tetapi ia dibentuk dan dikonstruksi, dengan demikian, realitas bisa berwajah ganda/plural, sebab setiap orang bisa mempunyai konstruksi yang berbeda – beda atas suatu realitas. Mendukung teori ini, juga digunakan teori interaksi simbolik, struktural fungsional, framing, dan etika moralitas dari James Rachels.
Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengambil studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan sejumlah informan, observasi langsung dan studi pustaka.
Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa wartawan Rakyat Merdeka dalam mengkonstruksi realitas sosial menjadi realitas media (berita) diharuskan mengikuti karakter dan prinsip redaksi yang sudah ditetapkan manajemen, termasuk kriteria dalam penjudulan, dan penggunaan bahasa.
Prinsip – prinsip jurnalistik dalam penulisan berita tetap menjadi dasar dalam pemilihan berita dan menjadi acuan dalam menentukan kebijakan pemuatan dan penempatan berita, termasuk dalam penjudulan, tetapi harus tetap memperhatikan karakter dan prinsip redaksi serta kriteria redaksi Rakyat Merdeka yang baku.
Orientasi bisnis menjadi prioritas utama dalam penggarapan dan pemuatan berita. Hal itu terkait dengan kebijakan redaksional Rakyat Mereka yang mengharuskan 70% berita berorientasi bisnis, dan hanya 30% yang terkait idealisme.
Membidik segmen pasar (pembaca) yang lebih fokus, jauh lebih berpengaruh dalam peningkatan omzet iklan, dari pada peningkatan jumlah tiras setiap harinya.
Kata Kunci: Konstruksi Realitas, Media Massa, dan Wartawan Rakyat Merdeka Jakarta.
Selengkapnya, silahkan Unduh

