<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631</id><updated>2012-02-16T18:45:12.196+08:00</updated><category term='Berita BBPPKI'/><category term='Brosur'/><category term='media'/><category term='Berita Kominfo'/><category term='Majalah'/><category term='Politik'/><category term='Pekommas Edisi Desember 2009'/><category term='Jurnal'/><title type='text'>MEDIA CENTRE</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>46</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-8880032067741190351</id><published>2011-04-12T09:47:00.000+08:00</published><updated>2011-04-12T09:47:03.598+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>Tahun Ini Desa Berdering dan Internet Kecamatan Rampung</title><content type='html'>Tahun ini pemerintah akan merampungkan beberapa proyek telekomunikasi  untuk menjangkau kawasan pedesaan dan kecamatan di seluruh Indonesia. Di  antaranya adalah program Desa Berdering dan Internet Kecamatan atau  Desa Pintar. &lt;br /&gt;&lt;div id="terkait2011" style="font-size: 0.85em; line-height: 1.333em;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="goog_914316347"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_914316348"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.blogger.com/"&gt;&lt;/a&gt;“Desa  berdering hampir rampung tahun 2011, kami harap backbone kita sudah  sampai ke Papua,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul  Sembiring, di Bandung, hari ini. &lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;Desa  Berdering adalah program kewajiban pelayanan universal (USO) yang  digelar pemerintah dengan bantuan operator telekomunikasi sejak 2009.  Ia&amp;nbsp; terdiri dari tujuh paket pekerjaan di 32 provinsi di Indonesia. &lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;Program  ini dimenangkan oleh operator seluler Telkomsel dan Indonesia Comnet  Plus, anak perusahaan Perusahaan Listrik Negara (PLN).&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;Beberapa  hari lalu Menteri Tifatul menyatakan bahwa jumlah desa yang dilayani  program itu sudah mencapai 32.800 desa. Sebelumnya, pada akhir 2010  jumlahnya telah mencapai 31.824 desa. &lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;Demikian  pula program Internet Kecamatan atau Desa Pintar untuk 5.748 desa di  4.700 kecamatan di Indonesia. Mestinya program ini selesai pada tahun  2010. Namun dengan berbagai masalah yang muncul, Menteri Tifatul  meyakinkan bahwa semuanya akan rampung pada 2011.&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2011/04/11/brk,20110411-326703,id.html"&gt;(sumber)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-8880032067741190351?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/8880032067741190351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/8880032067741190351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/04/tahun-ini-desa-berdering-dan-internet.html' title='Tahun Ini Desa Berdering dan Internet Kecamatan Rampung'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-4573760473694113265</id><published>2011-04-12T09:45:00.002+08:00</published><updated>2011-04-12T09:45:56.373+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>Pemblokiran Situs Porno Diklaim Sudah Efektif</title><content type='html'>Kementerian  Komunikasi dan Informatika mengklaim telah secara efektif  melakukan pemblokiran situs porno.  "Sembilan puluh persen (situs porno)  sudah diblokir," ujar Menteri Komunikasi dan Informatika  Tifatul   Sembiring kepada wartawan di kampus Institut Teknologi Bandung, Senin,  11 April 2011. Pernyataan itu terkait kasus video porno yang dilihat  anggota DPR Arifanto saat sidang paripurna pekan lalu. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;Menurut  Tifatul, tayangan porno di Internet lebih dari 10 juta situs.  Pemerintah diantaranya telah memblokir 10 ribu situs porno top rank.  "Tapi kalau ada yang mau membobol tetap saja masih bisa (diakses),"  ujarnya.&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt; &lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;  Sisa 10 persen situs porno yang diblokir, kata dia, bisa saja lolos  karena perkembangan teknologi. "Tapi jangan dikatakan 9 dari 10  pekerjaan yang sudah dilakukan tidak ada artinya, tidak benar juga itu,"  katanya.&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt; &lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;  Adapun pemeriksaan kepada provider Internet yang dipakai Arifinto, kata  Tifatul, akan dilakukan. Kementerian hari ini menurunkan tim untuk  melakukan pemeriksaan digital forensik pada komputer tablet Arifinto.  Upaya itu bekerjasama dengan aparat penegak hukum. Anggota DPR dari  fraksi Partai Keadilan Sejahtera tersebut sebelumnya mengaku tak sengaja  membuka gambar porno saat sidang paripurna pekan lalu. &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/04/11/brk,20110411-326641,id.html"&gt;(sumber)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-4573760473694113265?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/4573760473694113265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/4573760473694113265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/04/pemblokiran-situs-porno-diklaim-sudah.html' title='Pemblokiran Situs Porno Diklaim Sudah Efektif'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-4714077116557163942</id><published>2011-04-07T10:49:00.000+08:00</published><updated>2011-04-07T10:49:29.996+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>Keterbukaan Informasi Ciptakan Open Goverment</title><content type='html'>&lt;span id="ctl00_mContent_spDetail"&gt;&lt;table cellpadding="1" cellspacing="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;Sejak  bergulirnya reformasi, tata kelola pemerintahan yang baik (good  governance) dan pemerintahan yang terbuka (open government) mensyaratkan  adanya akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi masyarakat pada  setiap proses pembuatan kebijakan publik. Dengan keterbukaan informasi  publik, negara dapat mewujudkan demokratisasi dan mewujudkan  penyelenggaraan negara yang baik.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Di era keterbukaan informasi,  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mempunyai jurus yang  jitu untuk  menyiapkan berbagai  informasi yang bersifat edukatif  sekaligus mengedepankan pencerahan  kepada   masyarakat yaitu dengan   cara  intensifikasi dan eksistensifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kini,  pemerintah tidak memiliki kewenangan mengontrol konten media terutama  penyiaran karena fungsi pengawasannya ada pada Komisi Penyiaran  Indonesia (KPI) dan Dewan Pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebagai konsekwensi dari era  demokrasi Indonesia, kita tidak mengenal lagi era sensor,  ataupun  pembatasan dan juga  pembredeilan, sehingga masyarakat mau tidak mau,  suka tidak suka harus menjadi masyarakat yang cerdas yaitu cerdas  memilih.  Tidak fair kalau  mereka hanya disuguhkan informasi yang  sifatnya komsumtif, menyesatkan dan untuk kepentingan sesaat,” kata  Direktur Jenderal  Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo, Freddy  Tulung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, lanjut Freddy,  harus  terjadi  keseimbangan  antara informasi yang relatif berkualitas serta informasi yang 3E+1N,  yaitu konten-konten tersebut harus Enlightment (mencerahkan)  Empowering  (memberdayakan) Education (mendidik) dan Nationalism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya  saja, untuk menciptakan era keterbukaan informasi publik, ada beberapa  kendala yang dihadapi negara. Yakni  sulit dan mahal. Hal itu, papar  Freddy,  dikarenakan  informasi yang bersifat edukatif, menyejukkan,  mencerdaskan dan mencerahkan bangsa membutuhkan kemasan tertentu.  Sementara keterampilan dan network pemerintah sangat  terbatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah   saatnya kita harus lebih banyak lagi menyiapkan informasi yang  edukatif sehingga masyarakat bisa cerdas memilih,” kata Freddy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;BISKOM&lt;/span&gt;,  Freddy memaparkan beberapa pendapat dan kebijakan pemerintah mengenai  keterbukaan informasi publik, baru-baru ini. Berikut petikan  wawancaranya.&lt;br /&gt;&lt;br style="font-weight: bold;" /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menteri  Kominfo baru saja melantik beberapa pejabat Eselon I dan mengganti  beberapa Dirjen. Apa tugas yang diemban Dirjen Informasi dan Komunikasi  Publik Kemkominfo?&lt;/span&gt;&lt;br style="font-weight: bold;" /&gt;&lt;br /&gt;Di  Kemkominfo, ada tiga tugas yakni pertama, communication infrastructure  yaitu menyiapkan sarana komunikasi melalui telekomunikasi, communication  technology yaitu menyiapkan semua kepentingan pengembangan teknologi  informasi (TI) di Indonesia,  dan yang ketiga adalah communication  content.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip dasarnya,  konten itu tunduk pada hukum pasar  termasuk konten media. Tetapi tugas saya adalah menyiapkan konten yang  terkait dengan kebijakan publik. Jadi, kalau saya sederhanakan lagi,  tugas saya ada tiga yakni memenuhi hak informasi masyarakat,  mengakomodasi kepentingan kebutuhan masyarakat melalui saluran yang kami  miliki ke elit yang terkait,  dan ketiga adalah pencitraan lembaga  negara, baik eksekutif, legislatif maupun yudikatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Target apa yang ingin dicapai Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo di tahun ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat  ini kami sudah menyusun suatu strategi pelayanan informasi dan  komunikasi publik.  Sebenarnya informasi tidak pernah kurang  tapi  kenapa masyarakat seperti terasa kurang informasi? Ada tiga permasalahan  utama, yaitu  pertama informasi  yang tidak sinergis, akses informasi   yang  terbatas, dan ketiga adalah sudah terjadi penilaian negatif atau  apriori sehingga konten-konten yang seharusnya menjadi hak milik  masyarakat bisa disampaikan dengan tidak baik, jusru tidak tersampaikan  atau salah disampaikan. Nah, tugas kami ada tiga hal, seperti yang saya  sebutkan tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Lantas, bagaimana caranya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  enam media yang kami identifikasi sangat efektif yakni  media luar  ruang, media tradisional, media cetak, media penyiaran, media tatap muka  dan  media jejaring sosial sebagai media modern.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadpi era  yang semakin terbuka,  tidak ada pilihan bagi kami,  hanya  satu cara  untuk menyiapkan  masyarakat yaitu dengan intensifikasi dan  eksistensifikasi berbagai informasi yang dikaitkan dengan edukasi  publik. Sebab, sebagai konsekwensi dari era demokrasi Indonesia, kita  tidak lagi mengenal  sensor. Karena itu, harus  terjadi  keseimbangan  antara informasi yang relatif berkualitas dengan informasi yang 3E+1N,  yakni Enlightment, Empowering,  Education  dan Nationalism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa kendalanya dalam menyiapkan informasi yang 3E+1N?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit  dan mahal karena membutuhkan kemasan tertentu, sedangkan ketrampilan  dan network pemerintah terbatas sehingga kalau dikaitkan dengan  konteks   tiga tadi (memenuhi hak tahu,  akomodasi  dan pencitraan -red), maka  kita harus lebih banyak lagi menyiapkan informasi edukatif sehingga  masyarakat bisa cerdas memilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami terus terang memiliki  kegalauan mengingat televisi atau media lain kan hidup dari iklan. Dari  data survei, kami melihat porsi iklan di media penyiaran Rp. 60 triliun  di tahun 2010 dengan tingkat pertumbuhan 23 persen. Cukup signifikan  tetapi kita memiliki hampir 250 stasiun televisi  dan 2500 stasiun  radio.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komposisinya dari Rp. 60 triliun, sebanyak 90 persen iklan  dikuasai televisi dan 10 persen oleh radio. Tapi, dari 250 TV, hanya 20  TV yang menikmati iklan tersebut. Sementara, kompetisi semakin tinggi  dan ditentukan oleh lembaga rating.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rating sendiri merupakan  market refund yaitu seks, kekerasan, mistik dan gosip. Dan yang  mengerikan, jam nonton tertinggi anak-anak Indonesia yakni 4,5 jam,  Malaysia 4,3 jam, dan Singapura 2,7 jam. Itu karena masyarakat di negara  lain menghabiskan waktu untuk berkompetisi. Padahal, konten televisi  kebanyakan menayangkan   seks, kekerasan, mistik dan gosip. Bisa  dibayangkan seperti apa bangsa ini. Karena itu, kita hanya bisa  mendorong dengan  intensifikasi dan eksistensifikasi, karena  tayangan-tayangan seperti ini sangat sulit disensor. Untuk konten-konten  yang edukatif, perlu adanya peran media cetak seperti BISKOM, misalnya.  Kami sangat mengharapkan itu, karena bangsa ini membutuhkan  kebersamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa indikator keberhasilan keterbukaan informasi publik?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbukaan  informasi publik adalah salah satu pilar yang digunakan untuk  menggiring  menuju demokrasi Indonesia. Tiga indikator demokrasi  Indonesia yaitu  pertama keterbukaan. Dengan adanya keterbukaan akan  memunculkan yang kedua yakni  partisipasi publik. Dan, dengan  adanya  partisipasi publik akan muncul ukuran ketiga yaitu akuntabilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada  dua macam akuntabilitas yakni akutabilitas masyarakat di dalam  kontibusi mereka  terhadap perumusan kebijakan publik dan yang kedua,  kami sebagai pejabat publik juga dituntut akuntabel menyelenggarakan  tugas dan kewenangan kami.&lt;br /&gt;&lt;br style="font-weight: bold;" /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;img align="right" alt="" border="1" height="199" hspace="5" src="http://cyberman.cbn.net.id/UserFiles/Image/cyberman/The%20Executive%20Corner/Juni%2010/Freddy_1-300x199.jpg" vspace="5" width="300" /&gt;Saat ini, sudah sejauh mana kita sudah mencapai  tingkat keterbukaan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  data yang kami miliki sementara, kelihatannya keterbukaan saat ini  hanya untuk ‘ketelanjangan’, dan belum mengarah kepada peningkatan  partisipasi. Contohnya, isu kebohongan publik. Sebenarnya kebohongan  publik terjadi karena ada gap antara ekpektasi masyarakat dengan  kebijakan publik yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya, kebijakan publik yang  dirumuskan berdasarkan pemilihan umum (pemilu) belum sesuai dengan  aspirasi.  Seharusnya pada waktu elit masuk menjadi pemenang, dia  bisa  merealisir janji yang dikaitkan dengan ekpektasi publik. Dan, hal ini  membutuhkan keterbukaan sehingga dengan keterbukaan masyarakat menjadi  tahu dan kepentingannya terwakili sehingga bisa berpartisipasi secara  aktif. Hal ini lah yang memunculkan akuntabilitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kalau  ditanya sudah sampai sejauh mana, saya jawab kita sudah mencapai tingkat  keterbukaan. Tetapi apakah keterbukaan  telah menggiring ke partisipasi  publik, itu yang belum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apa  kendala untuk mencapai hal tersebut, terutama jika dikaitkan dengan luas  wilayah Indonesia yang terpisah antara pulau-pulau dan adanya  kesenjangan digital?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau berbicara kesenjangan digital  menjadi relatif. Saya beri contoh iklan dimana orang Papua memakai  koteka lagi internetan. Ini kan menarik, karena sudah mengenal  teknologi. Contoh lainnya , saat ini  masing-masing orang pastinya  mempunyai dua ponsel.  Dari kedua contoh ini, saya ingin mengatakan  bahwa masyarakat kini telah realtime, tapi di sisi lain kita juga  melakukan pemborosan dengan memiliki  dua ponsel tadi. Nah, tugas kita  adalah merubah kesenjangan digital menjadi kesetaraan digital.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya  konsep perubahan mendasar bukan karena kita mampu atau gaptek tapi  merubah mindset. Itu jauh lebih sulit. Bagaimana merubah teknologi yang  kita gunakan menjadi berkah bagi kehidupan bersama. Yang saya   khawatirkan dari apa yang terjadi sekarang adalah kita menjadi sangat  konsumtif terhadap teknologi. Contohnya di dalam keluarga, masing-masing  anggota keluarga asyik  dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;gadget&lt;/span&gt;nya masing-masing. Itu artinya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;high-tech&lt;/span&gt; yang kita kenal ternyata memang membawa konsekwensi kurangnya keterikatan sosial  alias&lt;span style="font-style: italic;"&gt; low touch&lt;/span&gt;. Karena itu, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;high-tech&lt;/span&gt; harus diimbangi dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;high-touch&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Terkait konten-konten negatif, apa pendapat Bapak mengenai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;filtering&lt;/span&gt; dalam akses informasi publik? Sejauh mana kita dapat memfilternya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya filter terbaik adalah ukuran moral kita. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Filtering&lt;/span&gt;  teknologi memang bisa dilakukan karena setiap vaksin yang diciptakan  untuk memproteksi, selalu dibarengi  dengan hacker yang menciptakan  virus baru lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;filter y&lt;/span&gt;ang  paling baik adalah berangkat dari dirimu sendiri dan yang kedua adalah  peran keluarga sangat menentukan. Sementara filter terbaik ketiga dan  keempat adalah ulama dan teknologi, sementara filter terbaik kelima  adalah law enforcement.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;img align="left" alt="" border="1" height="300" hspace="5" src="http://cyberman.cbn.net.id/UserFiles/Image/cyberman/The%20Executive%20Corner/Juni%2010/Freddy_3-200x300.jpg" vspace="5" width="200" /&gt;Kita memiliki pilihan untuk mem-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;filter&lt;/span&gt; konten dengan kemampuan  teknologi. Terkait dengan program pemerintah, yakni Internet Sehat, sudah efektifkah program ini?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyangkut  pornogafi, hal yang kita lakukan adalah usaha untuk mengurangi.   Program Internet Sehat  itu memang salah satu bentuk untuk mem-filter.  Tapi, bagi saya, kalau hanya mengandalkan hal itu, tentu saja belum  efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bagaimana perkembangan standar prosedur dan kriteria yang terkait dengan informasi dan komunikasi publik?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami  sudah menyiapkan manajemen komunikasi publik yang di dalamnya ada  strategi pelayanan dan kedua, tata kelola pelayanan informasi dan  komunikasi publik.  Konsepnya sederhana sekali mesti ada dua tahap yang  harus dilalui, yakni pertama penetapan  agenda setting berdasarkan  perkembangan terbaru kemudian melakukan analisis dengan data-data yang  ada. Ini semua untuk menghindari  pemerintah agar jangan sampai terjebak  masuk kedalam agenda setting yang berkembang di masyarakat. Contohnya,  ada rumor juru bicara Presiden dianggap juru bantah. Ini yang sekarang  kami coba kembangkan, jadi ada mekanisme penetapan agenda setting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap   kedua adalah mekanisme desiminasi yang dilakukan melalui berbagai  macam pola dengan me-link seluruh website yang ada di kalangan intansi  pemerintah. Dan, masih dalam proses yakni menyusun bagaimana interface  konektivitas  dengan kehumasan BUMN (144 BUMN) dan pemerintah daerah (33  provinsi dan 475 pemerintahan kota/kabupaten).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, kami  sedang mengembangkan penguatan kelembagaan informasi dan komunikasi di  tingkat  Pemerintah Daerah melalui bantuan media center yang terdiri  perangkat keras dan piranti lunak termasuk bimbingan teknisnya. Kemudian  ini diperluas kepada lembaga kemasyarakatan strategis yang cukup  kredibel seperti Pramuka, Karang Taruna, ormas dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain  itu, kami juga mengembangkan pola kemitraan  dengan lembaga strategis  lainnya agar menjadi suatu kendaraan komunikasi. Meski belum efektif  tapi minimal telah memiliki mekanisme jaringan.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;img height="1" src="http://cyberman.cbn.net.id/cbprtl/images/elements/_spacer.gif" width="5" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;                   &lt;span id="ctl00_mContent_spSumber"&gt;&lt;table cellpadding="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;span class="topic_title"&gt;Sumber: &lt;/span&gt;&lt;a class="topic_title" href="http://www.biskom.web.id/" target="_blank"&gt;Majalah Biskom&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-4714077116557163942?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/4714077116557163942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/4714077116557163942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/04/keterbukaan-informasi-ciptakan-open.html' title='Keterbukaan Informasi Ciptakan Open Goverment'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-2717518407618096734</id><published>2011-04-01T14:51:00.000+08:00</published><updated>2011-04-01T14:51:26.408+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>Siaran TV Analog Berhenti Total di 2017</title><content type='html'>Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menegaskan migrasi  teknologi siaran televisi dari analog ke digital adalah sebuah  keniscayaan sesuai tuntutan perkembangan tekonologi. Menurutnya, pada  tahun 2017 dipastikan seluruh siaran televisi analog akan dihentikan di  Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Hal tersebut disampaikan Tifatul saat menjadi &lt;em&gt;keynote speaker&lt;/em&gt;  dalam seminar&amp;nbsp; tentang kesiapan implementasi sistem penyiaran televisi  digital di Indonesia yang diselenggarakan di Hotel Novotel, Solo, Jumat  (1/4/2011). Acara tersebut digelar sebagai bagian peringatan hari  penyiaran nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Teknologi terus berkembang. Kita harus  mengikutinya. Siaran televisi di seluruh dunia akan menuju pada  tekonologi digital. Itu sebuah keniscayaan. Migrasi teknologi siaran  dari analog ke digital tersebut akan dimulai dari tahun 2011 ini hingga  tahun 2017 mendatang. Suluruh siaran analog di Indonesia akan mati penuh  pada tahun 2017 mendatang," ujar Tifatul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengatakan,  kualitas gambar dari teknologi digital jauh lebih bagus dari analog.  Selain itu biaya yang dikeluarkan juga jauh lebih ringan dan tidak  banyak menghabiskan spektrum siaran seperti pada siaran analog.  Penghentian siaran analog akan menghemat penggunaan spektrum sehingga  dapat dimanfaatkan untuk layanan lain demi peningkatan pendapatan  negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ke depan, pemerintah juga akan melakukan  perampingan zona siaran. Jika saat ini terbagi dalam 33 zona sesuai  jumlah propinsi yang ada, ke depan hanya akan dibagi dalam 15 zona  siaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perampingan itu didasarkan pada distribusi penduduk yang  memang tidak merata di setiap pulau di Indonesia. Dicontohkannya, Pulau  Jawa akan dibagi alam lima zona karena memang jumlah penduduknya sangat  padat, mencapai 54 persen jumlah penduduk Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun  demikian, Tifatul mengakui ada persoalan teknis yang dihadapi dalam  pelaksanaan perubahan siaran analog menjadi digital. Persoalan itu  disebabkan kebanyakan pewasat televisi yang ada saat ini adalah model  analog, sehingga tidak bisa menerima siaran digital. Untuk bisa  menangkap siaran digital, pesawat televisi analog membutuhkan peralatan  khusus bernama&lt;em&gt; set top box&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tren ke depan, produsen  pesawat televisi hanya memproduksi pesawat digital. Sedangkan untuk  pesawat analog yang ada sekarang memerlukan &lt;em&gt;set top box&lt;/em&gt;. Saat  ini harganya memang masih cukup tinggi, sekitar Rp 300 ribu. Nantinya  setelah diproduksi secara masif paling-paling harganya sekitar Rp 150  ribu hingga Rp 170 ribu per unit. Saya cukup tahu tentang itu karena  saya lulusan STM jurusan elektro," ujarnya.&lt;a href="http://www.detikinet.com/read/2011/04/01/131141/1606458/328/siaran-tv-analog-berhenti-total-di-2017?i991101105"&gt;(sumber)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-2717518407618096734?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/2717518407618096734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/2717518407618096734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/04/siaran-tv-analog-berhenti-total-di-2017.html' title='Siaran TV Analog Berhenti Total di 2017'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-2831186695521809613</id><published>2011-04-01T14:49:00.000+08:00</published><updated>2011-04-01T14:49:04.318+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>Menkominfo Tantang TV Swasta Bikin Tayangan Lebih Mendidik</title><content type='html'>Menkominfo Tifatul Sembiring mengingatkan agar televisi-televisi  swasta tidak hanya menampilkan tayangan-tayangan berdasarkan rating dan  iklan saja. Tifatul menantang setiap televisi siaran membuat tayangan  yang lebih mendidik.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;"Rating telah dijadikan berhala baru,  sehingga mutu siaran terabaikan. Kita tidak menyalahkan industri  penyiaran memperhatikan rating dan iklan, namun demikian jangan kemudian  mengorbankan karakter luhur bangsa," ujar Tifatul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu  disampaikan pria yang pernah menjadi Presiden PKS itu saat menjadi  keynote speaker dalam seminar tentang 'Kesiapan implementasi sistem  penyiaran televisi digital di Indonesia' di Hotel Novotel, Solo, Jumat  (1/4/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia menyontohkan, saat ini dalam pergaulan umum,  banyak anak-anak muda yang tidak lagi menghormati kalangan yang lebih  tua. Padahal sikap hormat dan toleransi adalah karakter utama bangsa  Indonesia. Menurut Tifatul, perubahan perilaku itu terpengaruh oleh  tayangan-tayangan yang tidak mendidik di televisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan lain  yang dikritik Tifatul adalah acara-acara televisi yang cenderung  kehilangan kesantunan. Dia menyontohkan, acara-acara yang berisi kritik  terhadap pemerintah, yang dianggapnya bukan lagi memberikan kritik yang  sehat melainkan lebih sering menyerang kehormatan dan merendahkan  pribadi orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saya juga perlu tegaskan bahwa saya tidak  melarang orang mengkritik pimpinan atau pemerintah. Tapi di  tayangan-tayangan televisi itu banyak orang telah kehilangan cara  mengkritik yang sesuai karakter bangsa kita. Ada cara yang lebih santun  untuk mengutarakan kritik, dibanding menyerang atau merendahkan  kerhormatan orang lain seperti yang sering kita tonton," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih  lanjut, Tifatul juga menantang kalangan penyiaran membuat atau  menayangkan konten-konten siara yang mendidik untuk mencerdaskan  kehidupan bangsa. Dia menyontohkan, banyak foto-foto dan  tayangan-tayangan tentang kekayaan alam dan keragaman budaya Indonesia  di berbagai televisi saat ini adalah buatan luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Indonesia  ini terhampar dengan penuh kekayaan alam dan budaya. Perjalanan udara  dari Sabang sampai Merauke memakan waktu sembilan jam, sama seperti  perjalanan Jakarta ke Jeddah. Bahkan Jakarta ke Jepang saja hanya butuh  perjalanan 7 jam. Tapi industri konten siaran kita tidak menjadikannya  tema tayangan. Justru kalau lebih suka membeli karya luar negeri," ujar  dia.&lt;a href="http://www.detikinet.com/read/2011/04/01/131831/1606465/328/menkominfo-tantang-tv-swasta-bikin-tayangan-lebih-mendidik?i991102105"&gt; (sumber)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-2831186695521809613?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/2831186695521809613'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/2831186695521809613'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/04/menkominfo-tantang-tv-swasta-bikin.html' title='Menkominfo Tantang TV Swasta Bikin Tayangan Lebih Mendidik'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-6501218864570014710</id><published>2011-04-01T14:47:00.000+08:00</published><updated>2011-04-01T14:47:21.394+08:00</updated><title type='text'>Rating Sudah Jadi Berhala Baru Televisi</title><content type='html'>Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring  menyebut rating sudah menjadi berhala baru bagi industri pertelevisian  nasional. Siaran&amp;nbsp; dinilai dibuat semata-mata demi mengejar rating&amp;nbsp;  tinggi dan mengorbankan mutu siaran. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="renggang"&gt;"Tidak  sepantasnya rating dicapai dengan mengorbankan mutu siaran,” kata  Tifatul seusai seminar Kesiapan Implementasi Sistem Penyiaran Televisi  Digital di Indonesia di Surakarta, Jumat 1 April 2011. Dia menyebut mutu  siaran televisi di Indonesia sudah turun. Industri televisi sering  membuat acara yang justru mengabaikan pembangunan karakter masyarakat.  Tifatul mengatakan nilai luhur bangsa mulai hilang. &lt;/div&gt;&lt;div class="renggang"&gt;Ia  mencontohkan acara yang isinya mencaci-maki seorang pemimpin negara.  Padahal, Tifatul menilai, mengkritik seorang pemimpin bisa dengan santun  dan bahasa sopan. "Tidak perlu harus dengan menjatuhkan kredibilitas  pemimpin. Sekarang ada orang yang berani mencaci pemimpin,” dia  melanjutkan.&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt; &lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;Siaran  televisi membuat orang sudah tak lagi menghormati orang yang lebih tua.  Ia mencontohkan sinetron atau acara-acara komedi. “Padahal karakter  orang Indonesia menghormati dan toleran kepada orang lain,” kata dia.&lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2011/04/01/brk,20110401-324391,id.html"&gt;(sumber) &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-6501218864570014710?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/6501218864570014710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/6501218864570014710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/04/rating-sudah-jadi-berhala-baru-televisi.html' title='Rating Sudah Jadi Berhala Baru Televisi'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-5812462425275319564</id><published>2011-03-29T12:04:00.000+08:00</published><updated>2011-03-29T12:04:20.327+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>KPI: Akuisisi Indosiar dan SCTV Langgar UU Penyiaran</title><content type='html'>&lt;h5 style="font-weight: normal;"&gt;Rencana akuisisi PT Indosiar Karya Media Tbk (Indosiar) yang  dilakukan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) selaku induk usaha PT  Surya Citra Media Tbk (SCMA) dinilai Komisi Penyiaran Indonesia (KPI)  dapat mengakibatkan pemusatan kepemilikan lembaga penyiaran. Hal itu  telah melanggar Undang Undang Penyiaran.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;"Tidak boleh terjadinya  pemusatan kepemilikan. Kalau akuisisi atau merger Indosiar dan SCTV itu  terjadi berpeluang terjadinya pemusatan lembaga penyiaran," kata Ketua  KPI Dadang Rahmat Hidayat kepada wartawan, melalui sambungan telepon,  Senin (28/3/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KPI lanjutnya telah melakukan kajian yang  hasilnya dalam beberapa waktu ini sudah melalui Komisioner KPI Muhammad  Riyanto kepada pers. Selain itu, Dadang menyatakan, bahwa pandangan KPI  atas rencana akuisisi atau merger tersebut bakal diumumkan kepada publik  dan diserahkan kepada pihak terkait, Seperti Badan Pengawas Pasar Modal  (Bapepam), Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), termasuk  EMTK, Indosiar dan SCTV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pasti akan kami sampaikan kepada publik  dan pihak terkait. Kami akan berikan pandangan secara formal. Kami juga  mengkoordinasikannya kepada KPPU (Komisi Pengawas Persaingan  Usaha),"tandasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut, Dadang menyampaikan, KPI hanya  dapat memberikan pandangan terkait potensi monopoli lembaga penyiaran  oleh perusahaan yang terkait tersebut. Pasalnya, meskipun&amp;nbsp; UU Nomor 32  Tahun 2002 tentang Penyiaran melarang pemusatan kepemilikan lembaga  penyiaran, tetapi tidak secara tegas KPI diberikan otoritas untuk  melarang hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya, di sini ada pandangan kewenangan  itu ada di Kementerian. KPI lebih kepada menyampaikan bagaimana  pandangan kami," jelas Dadang. "Kalau dalam UU itu disebutkan dengan  tegas KPI punya kewenangan, maka KPI akan langsung mengatakan iya dan  tidaknya secara langsung,"sebutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sambung Dadang,  guna memperjelas status KPI terhadap aksi korporasi perusahaan atau  lembaga penyiaran seperti akusisi dan merger, sudah saatnya kewenangan  KPI dikaji kembali terkait hal itu dipertajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami memandang  ini tidak hanya soal SCTV dan Indosiar jadi harus dibuat konstruksi dan  penafsiran hukum maksud dari Undang Undang Penyiaran tentang maksud  kepemilikan lembaga penyiaran dibatasi. Seperti apa batasannya,"  tutupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, Undang Undang Penyiaran Nomor 32  Tahun 2002 dan Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2005 &amp;nbsp;tentang  Penyelenggaraan Penyiaran Swasta, melarang monopoli dan penguasaan  informasi pada satu orang atau perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PT Elang Mahkota  Teknologi Tbk (EMTK), induk usaha PT Surya Citra Media Tbk (SCMA),  pemilik stasiun televisi SCTV, berencana mengambil alih 27,24 persen  saham PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM), pemilik stasiun televisi  Indosiar dari pemegang sahamnya PT Prima Visualindo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 3 Maret  2011 dipublikasikan rencana Pengambilalihan IKM oleh EMTK setelah pada  &amp;nbsp;1 Maret 2011 EMTK menandatangani perjanjian jual bersyarat dengan PT  Prima Visualindo pemegang 551.708.684 saham IKM yang memiliki Indosiar.  EMTK sendiri adalah pemilik 85,78 persen saham SCTV melalui PT Surya  Citra Media Tbk (SCM).(Iman Rosidi/Trijaya/ade) &lt;a href="http://economy.okezone.com/read/2011/03/28/320/439791/kpi-akuisisi-indosiar-mengakibatkan-pemusatan-lembaga-penyiaran"&gt;(sumber)&lt;/a&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-5812462425275319564?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/5812462425275319564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/5812462425275319564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/03/kpi-akuisisi-indosiar-dan-sctv-langgar.html' title='KPI: Akuisisi Indosiar dan SCTV Langgar UU Penyiaran'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-6452076929890865926</id><published>2011-03-29T12:02:00.000+08:00</published><updated>2011-03-29T12:02:42.677+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>Service Center Saja Alot, Apalagi Minta Bangun Pabrik BlackBerry?</title><content type='html'>Pemerintah sepertinya sadar diri untuk tidak menuntut pembangunan pabrik  BlackBerry di Indonesia, mengikuti India. Meminta Research In Motion  (RIM) untuk bangun service center BlackBerry saja butuh perjuangan,  apalagi meminta bangun pabrik?&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kepala Humas dan Pusat Informasi  Kementerian Komunikasi dan Informatika, Gatot S. Dewa Broto mengakui,  jika dalam melakukan negosiasi dengan RIM, pemerintah butuh perjuangan  yang alot. Kini, setelah melihat India berpeluang memiliki pabrik  BlackBerry, Indonesia pun tak mau latah melayangkan tuntutan serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Percayalah  Kominfo tidak bakal seheboh itu, komitmen di antara RIM dengan  Indonesia yang dahulu masih terus berlangsung. Kita tidak ada rencana  untuk menuntut pembangunan pabrik BlackBerry seperti di India,"  jelasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RIM saat ini memang masih menyisakan 4 komitmen kepada  Indonesia. Yakni terkait pembangunan 40 service center, sensor internet  BlackBerry, penyadapan, serta pembangunan network agregator.&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat  komitmen tersebut saja belum sepenuhnya dijalankan RIM, dan masih akan  dikejar Kominfo dengan deadline hingga akhir 2011. "Menagih 4 komitmen  itu saja butuh perjuangan, apalagi meminta bangun pabrik BlackBerry,"  tukas Gatot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, menurutnya, pembangunan pabrik bukanlah hal  sepele. Namun menyangkut investasi yang sangat besar dan kepastian hukum  serta investasi di Tanah Air. Selain itu, ini soal kepercayaan dan  latar belakangan kepentingan tiap negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pun demikian,  pemerintah tidak mau menutup kemungkinan dan harapan. Jika tiba-tiba RIM  sendiri yang datang lalu menawarkan ingin membangun pabrik, pemerintah  siap membuka tangannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Misalnya ketika kita menagih service  center BlackBerry, awalnya kita hanya minta satu unit. Tiba-tiba RIM  menawarkan 40 unit, yang tentu saja kita terima dan akan terus kejar  implementasinya," tandas Gatot.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, pabrik RIM di India  dikatakan bisa membuat Negeri Bollywood itu menjadi pusat ekspor  perangkat BlackBerry ke wilayah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RIM menolak menyebut berapa  besar investasi yang akan mereka tanamkan. Namun diperkirakan,  investasi awal pembuatan pabrik berkisar USD 150 sampai USD 250 juta.  Petinggi RIM dilaporkan bakal mengunjungi wilayah Chennai, Mumbai dan  Delhi untuk mengidentifikasi lokasi pembuatan pabrik. &lt;a href="http://www.detikinet.com/read/2011/03/28/164157/1602916/317/service-center-saja-alot-apalagi-minta-bangun-pabrik-blackberry/"&gt;(sumber)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-6452076929890865926?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/6452076929890865926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/6452076929890865926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/03/service-center-saja-alot-apalagi-minta.html' title='Service Center Saja Alot, Apalagi Minta Bangun Pabrik BlackBerry?'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-366926367940402061</id><published>2011-03-28T10:12:00.002+08:00</published><updated>2011-03-28T10:12:58.555+08:00</updated><title type='text'>Kewenangan Pengawasan Negara Jangan Represif</title><content type='html'>Pada dasarnya, negara berhak melakukan pengawasan  terhadap setiap  warga negara. Namun, hal tersebut jangan  menjadi kewenangan represif  yang terlampau membatasi  dan melanggar hak asasi. &lt;br /&gt;Demikian  diungkapkan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD saat menanggapi rencana  Badan Inteligen Negara (BIN) mengawasi sarana jejaring sosial seperti   twitter  dan facebook, Minggu (27/3/2011) di Yogyakarta . &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Kalau  orang (warga negara) sembarangan tidak ada  yang mengawasi juga repot,  negara ini tidak boleh menjadi negara liar. Pengawasan bisa dilakukan,  tapi jangan sampai membatasi dan melanggar kebebasan  seperti yang  diatur Undang-Undang Dasar,"  kata Mahfud. &lt;br /&gt;Menurut Mahfud, pada  prinsipnya, melakukan pemantauan dan penyadapan terhadap rahasia pribadi  sebenarnya  dilarang Undang-Undang Dasar. Namun, kewenangan pengawasan  melalui pemantauan dan penyadapan bisa diberikan apabila diatur sebuah  undang-undang. &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hal wajar &lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Menanggapi hal  serupa, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring di  Yogyakarta  mengatakan, pengawasan terhadap jejaring sosial baik twitter  maupun facebook  merupakan hal wajar.  Itu (pengawasan) sah-sah saja.  "Negara-negara lain sudah menerapkan &lt;em&gt; Open Source Intelligent &lt;/em&gt;di  mana pengawasan negara dilakukan pada sumber-sumber terbuka baik media  maupun internet  termasuk twitter maupun facebook,"  ujarnya. &lt;br /&gt;Meski  demikian, menurut Tifatul, BIN perlu melakukan klasifikasi terkait  data-data yang diawasi, apakah bersifat membahayakan atau tidak. Karena  itu, BIN harus melakukan  klasifikasi, validasi, dan analisa terhadap  data-data yang diperoleh . &lt;br /&gt;"Kami sudah berbicara dengan BIN  terkait hal ini. Menguatnya wacana pengawasan jejaring sosial ini  sebenarnya  berkaitan dengan adanya Rancangan Undang-Undang Inteligen  Negara yang kini sedang dibahas DPR. Yang jelas, tak ada kebijakan  penutupan jejaring sosial baik twitter maupun facebook,"  kata Tifatul.&lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/03/27/19594893/Kewenangan.Pengawasan.Negara.Jangan.Represif."&gt;(sumber)&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-366926367940402061?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/366926367940402061'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/366926367940402061'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/03/kewenangan-pengawasan-negara-jangan.html' title='Kewenangan Pengawasan Negara Jangan Represif'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-3788652115385256098</id><published>2011-03-28T10:10:00.000+08:00</published><updated>2011-03-28T10:10:35.206+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>Kemenkominfo Selenggarakan Program Teknologi Informasi</title><content type='html'>Kementerian Komunikasi dan Informasi&amp;nbsp; menyelenggarakan program  Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk meningkatkan  dan memeratakan mutu pendidikan SD dan SMP.  &lt;br /&gt;Namun, ada kekhawatiran biaya yang harus dikeluarkan orang tua  siswa untuk masuk sekolah tersebut akan semakin melangit. Terlebih jika  sekolah tersebut telah menjadi rintisan sekolah berstandar internasional  (RSBI). &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Menanggapi kegelisahan tersebut, Menteri Komunikasi dan  Informasi, Tifatul Sembiring, mengaku Kementerian Kominfo tidak menarik  biaya tambahan, karena program ini merupakan proyek pemerintah dari APBN  yang sumbernya dari pinjaman dari Jepang.  &lt;br /&gt;"Diknas yang bisa menjelaskan, ada biaya tambahan tidak dengan  ini. Yang jelas, dari Kominfo tidak menarik pungutan apa-apa," paparnya  di SMPN 1 Bantul, Sabtu (26/3). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Plt Dirjen Kominfo Suyanto, mengatakan, terkait RSBI yang  sekolah di atas standar nasional, dia diperkenankan meminta partisipasi  orang tua. Akan tetapi, sekolah tersebut tidak boleh memanfaatkannya  dengan menarik biaya sebesar-besarnya para wali murid. &lt;br /&gt;Ia menambahkan, pungutan tersebut harus akuntabel. "Sebanyak 20%  dari siswa miskin harus bebas beaya dan diberi subsidi silang dari  orang-orang yang mampu," ungkapnya di tempat yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal perawatan barang-barang yang disumbangkan dari program ini, dari kementerian pendidikan nasional ada program bantuan operasional sekolah, setiap siswa SMP menerima 575.000 per siswa per tahun.  &lt;br /&gt;"Kalau ada kerusakan kecil-kecil, bantuan operasional sekolah itu bisa digunakan," ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Suyanto, Kepala Sekolah SMPN 1 Bantul, Bambang Edy Sulistiyana, mengatakan konsep pembiayaan RSBI menggunakan subsidi silang. "Tidak ada batasan biaya maksimal yang boleh disumbangkan orang tua murid," paparnya. Soal membebaskan 20% anak-anak miskin, Bambang menyatakan sulit mencari anak-anak tersebut. Hingga saat ini, dari 828 siswa di SMPN 1 Bantul, baru sebanyak 12 siswa yang gratis, sedangkan 124 siswa lainnya mendapatkan keringanan.(OL-12) &lt;a href="http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/27/213388/88/14/Kemenkominfo-Selenggarakan-Program-Teknologi-Informasi"&gt;(sumber)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-3788652115385256098?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/3788652115385256098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/3788652115385256098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/03/kemenkominfo-selenggarakan-program.html' title='Kemenkominfo Selenggarakan Program Teknologi Informasi'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-9124841969814695603</id><published>2011-03-28T10:07:00.002+08:00</published><updated>2011-03-28T10:07:51.195+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>Yogyakarta Menjadi Pelopor E-learning</title><content type='html'>Yogyakarta dijadikan pelopor program pendidikan berbasis e-learning.  Dalam kurun waktu tahun 2011, komputer online sebagai fasilitas  laboratorium dan pendukung belajar di sekolah dipasang di 240 sekolah  dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dan 150 sekolah lainnya  pada tahun 2012. &lt;br /&gt;Program e-learning secara resmi diresmikan Menteri Komunikasi dan  Informasi Tifatul Sembiring di Bantul. Pada kesempatan tersebut, Tifatul  Sembiring mengumumkan Yogyakarta sebagai percontohan e-learning  gateway.  &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Program tersebut merupakan kelanjutan dari program one school one lab  fasilitas internet data center (IDC) dan pembelajaran digital yang  berbasis e-learning. Dalam program pendidikan berbasis e-learning,  setiap sekolah didukung 21 fasilitas computer plus online internet dalam  laboratorium.&lt;br /&gt;Program demikian sebagai pembuka dilaksanakan serempak di 150 sekolah  di Yogyakarta terutama di luar Kota Yogyakarta.  Setiap sekolah yang  memiliki fasilitas e-learning bisa saling komunikasi melalui  teleconfrenec, catting,dll, seperti dipraktikkan teleconference antara  para siswa di Bantul dengan para siswa SMP dari Kecamatan Patuk,  Gunungkidul .&lt;br /&gt;Pelaksanaan e-learning education melibatkan lintas instansi.  Tifatul  Sembiring menyebut minimal tiga instansi menjadi pelopornya yaitu Badan  Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Pendidikan  Nasional dan Kementerian Komunikasi dan Informasi.&lt;br /&gt;Target dari program e-learning menciptakan proses belajar tanpa  henti, tanpa dibatasi waktu dan ruang secara formal. Internet menjadi  sarana untuk melepas sekat waktu dan tempat para siswa dengan proses  belajar di luar jam belajar resmi di sekolah. &lt;br /&gt;Menurut dia program demikian bisa terlaksana karena pemerintah telah  memiliki jaringan backbone Palapa Optik. Palapa Optik dijadikans arana  program Indonesia Connected 27 provinsi. &lt;br /&gt;Adapun dana e-learning dari Jepang. Menurut Perwakilan JICA (Japan  International Cooperation Agency) Kohara, dananya dari sector blockgrant  senilai Rp 315 miliar. Dana digunakan untuk pengadaan perangkat keras,  dan training for trainers sebanyak sepuluh guru untuk menguasai  konten  e-learning dari Jepang ke versi Indonesia.&lt;br /&gt;Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X menyatakan  e-learning akan mempercepat  Yogyakarta menuju cyber province, selain  meningkatkan kualita belajar siswa. (A-84/A-147)***&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-9124841969814695603?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/9124841969814695603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/9124841969814695603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/03/yogyakarta-menjadi-pelopor-e-learning.html' title='Yogyakarta Menjadi Pelopor E-learning'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-6840693723085592138</id><published>2011-03-09T09:39:00.000+08:00</published><updated>2011-03-09T09:39:41.184+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>MEDIA JEJARING NASIONAL SEBAGAI SARANA EDUKASI NASIONAL</title><content type='html'>&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;Sejak  kemunculannya, media jejaring sosial sudah menggantikan peran kontrol  sosial yang selama ini dimonopoli media massa. Lantas, sampai seberapa  jauh mengedepannya peran media jejaring sosial ini digunakan sebagai  bagian dari suatu sarana edukasi nasional.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0cm 0cm 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pertanyaan  ini dikemukakan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik (IKP)  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Freddy Tulung kepada  peserta Rapat Koordinasi Penajaman Kegiatan Diseminasi Informasi Luar  Negeri Untuk Pencitraan Positif Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;“Sampai  seberapa jauh media ruang publik (media jejaring sosial-red) ini kita  gunakan sebagai bagian dari suatu sarana edukasi nasional,” kata Freddy.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Diijelaskannya, sebelumnya dikenal adanya perbedaan yang signifikan antara news getter (penikmat berita) dengan pembuat berita. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Namun demikian, di dalam era reformasi atau dalam era revolusi melalui informasi ini yang terjadi, bisa memainkan keduanya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;“Yang saya maksudkan disini adalah pada saat kita menjadi penikmat berita&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  kita juga pembuat berita. Persoalan mendasar adalah semua ini  memanfaatkan yang kita sebut dengan ruang publik karena media jejaring  sosial itu memanfaatkan media ruang publik ini,” jelasnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;Kalau  dicermati pada kondisi akhir-akhir ini bagaimana media ruang publik ini  dimanfaatkan untuk hal-hal yang positif, tapi bersamaan dengan itu juga  digunakan untuk hal-hal yang negatif, ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Freddy mengungkapkan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  berdasarkan beberapa data yang dimiliki oleh Kemkominfo dimana sekarang  ini memperlihatkan cukup signifikannya perkembangan di dunia jejaring  sosial di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Indonesia sekarang ini untuk twitter &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;menempati &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;nomor 6 dunia, untuk facebook dan pornografi nomor 4 di dunia. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Yang lebih menarik lagi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; kalau kita check yang namanya google itu di klik oleh lebih kurang 2,5 mil&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;ar orang pertahun,” ungkapnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;Hal  ini, menurutnya menarik untuk diamati bersama-sama antara Kementerian  Kominfo dengan peserta Rakor Penajaman Kegiatan Diseminasi Informasi  Luar Negeri Untuk Pencitraan Positif Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;“Jadi,  yang ingin saya sampaikan bagaimana kemudian media jejaring sosial ini  juga sangat signifikan untuk dapat digunakan sebagai sarana  pembelajaran,” paparnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;Kemkominfo  saat ini sedang membangun sistem telekomunikasi melalui Palapa Ring  yakni pembangunan jaringan serat optik yang mengelilingi 7 pulau besar  yang nanti akan conected dari Sabang sampai Merauke.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Saat ini sudah tersambung dari Sabang sampai Kupang dan dari Sabang sampai M&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;a&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;nado. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Dan di&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;perkirakan dalam 2 tahun ke&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;depan sudah bisa membangun sampai Merauke.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; S&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;elain itu, Kemkominfo juga sudah membangun pusat pelayanan internet keselamatan, desa berdering&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt; di 40 ribu desa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;Sebelumnya,  Direktur Layanan Informasi Internasional Ditjen IKP Kemkominfo Ade  Erlangga Masdiana mengatakan bahwa untuk mempertajam kegiatan di  diseminasi informasi luar negeri, diperlukan kesamaan persepsi,  pandangan dan pemahaman tentang diplomasi publik antara pemerintah dan  organisasi yang terlibat dalam kegiatan diplomasi publik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Erlangga berharap rakor ini mem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;hasilkan&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  sebuah strategi komunikasi yang difokuskan untuk dapat mendiseminasikan  informasi tentang Indonesia kepada masyarakat internasional.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Ada dua sasaran dari rakor ini&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;  yakni meningkatkan pengertian dan pemahaman bersama mengenai konsep  diplomasi publik dan juga memperoleh masukan bagi implementasi kebijakan  komunikasi dan penajaman kegiatan diseminasi informasi luar negeri  untuk pencitraan positif Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Erlangga juga berharap agar rakor ini memperoleh gambaran dan kedalaman opini tentang diplomasi publik dan implementasinya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;, s&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;ehingga  nantinya hasil rakor ini dapat digunakan sebagai dasar pemetaan  ekspektasi publik di luar negeri mengenai informasi apa yang mereka  butuhkan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-size: 11pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Nara sumber Rapat Koordinasi Penajaman Kegiatan Disminasi Informasi Luar Negeri Untuk Pencitraan Positif Indonesia ini &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;adalah &lt;/span&gt;&lt;span lang="IT" style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Kepala  BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, Staf Ahli Bidang Media Massa Kemkominfo,  Henry Subiakto, Kemlu, Bappenas dan Akademisi Bidang Ubungan  Internasional, Eddy Prasetyono.(Az&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;/toeb) &lt;a href="http://www.bipnewsroom.info/index.php?_language=Indonesia&amp;amp;_mainNo=11&amp;amp;_subNo=&amp;amp;_insideSubNo=&amp;amp;newsid=72737&amp;amp;_link=loadnews.php"&gt;(sumber)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-6840693723085592138?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/6840693723085592138'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/6840693723085592138'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/03/media-jejaring-nasional-sebagai-sarana.html' title='MEDIA JEJARING NASIONAL SEBAGAI SARANA EDUKASI NASIONAL'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-930082917789423176</id><published>2011-03-01T09:41:00.000+08:00</published><updated>2011-03-01T09:41:17.729+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>Menkominfo Segera Kerahkan Ahli TIK Berantas Narkoba</title><content type='html'>Menteri Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, segera  mengerahkan ahli teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk  memberantas penyalahgunaan dan perdagangan narkoba. &lt;br /&gt;"Langkah konkret yang akan kami lakukan adalah melakukan monitoring  dan analisis transaksi narkotika melalui pos, telekomunikasi, penyiaran,  informasi, dan transaksi elektronik," kata Tifatul di Jakarta, Senin  (28/2), dalam acara penandatanganan nota kesepahaman antara Kemenkominfo  dan Badan Narkotika Nasional tentang Pemberantasan Penyalahgunaan  Narkoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menkominfo akan menggandeng para ahli TIK termasuk saksi ahli TIK  untuk membantu praktik pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Ia akan  menyediakan dan menyebarluaskan bahan-bahan informasi dan advokasi  tentang pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap  narkotika (P4GN). "Kami akan lakukan sosialisasi dan diseminasi tentang  penyalahgunaan narkotika dan prekursor narkotika," katanya.&lt;br /&gt;Sesuai aturan perundangan, Kemenkominfo juga akan melakukan  konsultasi teknis dan sertifikasi untuk meningkatkan keandalan  infrastruktur TIK di Indonesia. Selain itu, katanya, peningkatan  kapasitas sumber daya manusia TIK juga akan segera dilaksanakan.  "Apalagi, saat ini peredaran gelap narkoba sudah menggunakan teknologi  tinggi," katanya.&lt;br /&gt;Tifatul menambahkan peredaran gelap narkoba saat ini semakin  mengkhawatirkan. Pada 2010, pecandu narkoba diperkirakan mencapai 3,3  juta orang atau sekitar 1,99 persen dari seluruh penduduk. Pecandu  potensial berkisar pada usia 13-49 tahun yang diperkirakan terus  meningkat jumlahnya.&lt;br /&gt;Peningkatan peredaran gelap narkoba ditengarai dilakukan dengan  menggunakan layanan telekomunikasi khususnya telepon seluler dan FWA (&lt;em&gt;fixed wireless access&lt;/em&gt;) serta layanan internet. Pihaknya telah berkomitmen untuk mendukung Indonesia bebas narkoba pada 2015. &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nasional/11/02/28/166501-menkominfo-segera-kerahkan-ahli-tik-berantas-narkoba"&gt;(sumber)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-930082917789423176?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/930082917789423176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/930082917789423176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/03/menkominfo-segera-kerahkan-ahli-tik.html' title='Menkominfo Segera Kerahkan Ahli TIK Berantas Narkoba'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-1483113571120501221</id><published>2011-03-01T09:34:00.002+08:00</published><updated>2011-03-01T09:34:47.629+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>KPK Dukung Undang-Undang Penyadapan MK</title><content type='html'>Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menyetujui putusan Mahkamah  Konstitusi untuk mengatur penyadapan melalui Undang-Undang, bukan  Peraturan Pemerintah. Menurut juru bicara KPK, Johan Budi, memang perlu  ada Undang-Undang tersendiri yang mengatur tata cara cara penyadapan  yang berasal dari Undang-Undang Informasi Teknologi dan Elektronika.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;"Saya  kira KPK mendukung untuk melengkapi kewenangan penyadapan, tapi yang  perlu diketahui bahwa berkaitan dengan UU ITE bukan UU KPK. Tentu kalau  ada UU itu mengatur semuanya dalam bentuk detail Undang-Undang,"tegasnya  di ruang wartawan KPK, Jakarta, Senin (28/2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Johan,  putusan MK tentang cara penyadapan tersebut bermaksud agar ada  Undang-Undang yang mengatur khusus teknik penyadapan. Sebelumnya,  Menteri Komunikasi dan Informasi, Tifatul Sembiring&amp;nbsp; setuju dengan  Mahkamah Konstitusi yang merekomendasikan bahwa tata cara soal  penyadapan harus diatur Undang-undang. Untuk itu, Tifatul mendukung  pembahasan soal Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Penyadapan yang  dihentikan MK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Mahkamah Kostitusi mengabulkan uji  materi pasal 31 ayat (4) Undang-Undang Nomor 11 tahun 2008 tentang  Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dengan keputusan ini maka tata  cara penyadapan harus diatur dalam UU, tidak boleh lewat Peraturan  Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majelis menyatakan bahwa pasal itu bertentangan  dengan UUD 1945. Pasal yang digugat itu sendiri berbunyi: "Ketentuan  lebih lanjut mengenai tata cara intersepsi sebagaimana dimaksud pada  ayat (3) diatur dengan Peraturan Pemerintah". &lt;a href="http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/hukum/11/02/28/166597-kpk-dukung-undangundang-penyadapan-mk"&gt;(sumber)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-1483113571120501221?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/1483113571120501221'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/1483113571120501221'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/03/kpk-dukung-undang-undang-penyadapan-mk.html' title='KPK Dukung Undang-Undang Penyadapan MK'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-6733066747555828298</id><published>2011-03-01T09:14:00.000+08:00</published><updated>2011-03-01T09:14:24.074+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>Tifatul: Pemerintah Tak Membelenggu Pers</title><content type='html'>Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Tifatul sembiring,  mengatakan bahwa pemerintah tidak pernah membelenggu kebebasan pers  karena sudah terkandung dalam Undang-Undang. Hal tersebut ia kemukakan  terkait kasus perseteruan Dipo Alam dengan Media Group yang semakin  panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Intinya, &lt;em&gt;standing point &lt;/em&gt;pemerintah adalah tidak  pernah membelenggu kebebasan pers, karena kebebasan pers itu dijamin  oleh Undang-Undang," ujar Tifatul usai mengikuti acara Penandatangan  Nota Kesepahaman tentang Pencegahan Narkotika dengan BNN di Gedung  Kominfo, Jakarta, Senin (28/2/2011).&lt;br /&gt;Menurutnya, untuk melihat hal tersebut (&lt;em&gt;standing point&lt;/em&gt;),  dapat dilihat dari pidato Presiden saat menghadiri Hari Pers Nasional  di Kupang (9/2/2011) lalu. Menurutnya, pidato Presiden dengan jelas  menegaskan kebebasan pers dijamin oleh UU yang sudah berlaku.&lt;br /&gt;"Saat itu, pidato Presiden maupun pidato saya menegaskan hal tersebut (kebebasan pers)," pungkasnya. &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/02/28/16013141/Tifatul.Pemerintah.Tak.Membelenggu.Pers"&gt;(sumber)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-6733066747555828298?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/6733066747555828298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/6733066747555828298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/03/tifatul-pemerintah-tak-membelenggu-pers.html' title='Tifatul: Pemerintah Tak Membelenggu Pers'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-8848034447080822632</id><published>2011-03-01T08:50:00.000+08:00</published><updated>2011-03-01T08:50:25.640+08:00</updated><title type='text'>Menkominfo Minta Segera UU Penyadapan</title><content type='html'>Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Tifatul Sembiring,  menyarankan DPR untuk segera  membuat Undang-Undang (UU) tentang Tata  Cara Penyadapan. Hal tersebut ia kemukakan untuk menanggapi tuntutan  kepada Mahkamah Konstitusi (MK)  untuk membatalkan pasal 31 ayat (4) UU  Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)  yang mengatur tentang penyadapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ia menambahkan, hingga saat ini  belum ada Peraturan Pemerintah (PP) tentang penyadapan, karena baru  dalam bentuk rancangan sebagai turunan dari UU ITE.&lt;br /&gt;"Sekarang yang  diperlukan adalah membuat UU tentang Tata Cara Penyadapan. Jadi kalau  ada yang mengatakan bahwa PP tidak berlaku, itu tidak benar. &lt;em&gt;Wong&lt;/em&gt;  PP nya belum ada. Dulu itu kan baru rancangan saja," ujarnya usai  menghadiri Penandatangan Nota Kesepahaman tentang Pencegahan Narkotika  dengan BNN di Gedung Kominfo, Jakarta, Senin (28/2/2011).&lt;br /&gt;Tifatul  menambahkan, selama ini KPK berpedoman kepada Peraturan Menteri No. 11  Tahun 2006. Oleh karena itu, keputusan MK dalam UU No. 30 Tahun 2000  tentang kewenangan KPK untuk penyadapan harus diubah atau dibuat UU baru  tentang tata cara penyadapan.&lt;br /&gt;"Jadi selama ini, mereka (KPK)  justru berpedoman kepada Keputusan Menteri No.11 Tahun 2006. Namun, saya  rasa hal itu tidak sulit untuk dianulir, asal UU tentang tata cara  penyadapan itu dibuat," pungkasnya. &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2011/02/28/21163995/Menkominfo.Minta.Segera.UU.Penyadapan"&gt;(sumber)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-8848034447080822632?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/8848034447080822632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/8848034447080822632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/03/menkominfo-minta-segera-uu-penyadapan.html' title='Menkominfo Minta Segera UU Penyadapan'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-1766558795829195424</id><published>2011-02-28T08:32:00.000+08:00</published><updated>2011-02-28T08:32:11.094+08:00</updated><title type='text'>BUMN Pembuat Film Si Unyil Dititipkan ke Tifatul</title><content type='html'>Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menitipkan produsen  serial 'Si Unyil' yaitu PT Produksi Film Negara (PFN) kepada Kementerian  Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Pemerintah berharap PFN bisa banyak  mendapat pekerjaan di 'majikan' barunya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut  Menteri BUMN Mustafa Abubakar, selama ini PFN menjadi salah satu BUMN  yang mati suri, masih hidup namun sudah tidak berkinerja sebaik  sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nanti PFN akan menjadi bagian dari Kementeria  Kominfo. Kita berharap, PFN bisa mendapat lebih banyak job dengan arahan  dari Menteri Kominfo (Tifatul Sembiring)," katanya saat berkunjung ke  kantor &lt;strong&gt;detikcom,&lt;/strong&gt; Warung Buncit, Jakarta, Kamis (24/2/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PFN  selaku produsen film Si Unyil yang terkenal di era 80-an itu saat ini  sudah tidak memproduksi film sama sekali dan hanya memiliki aset sebesar  Rp 31 miliar. Selain 'Si Unyil' PFN juga pernah memproduksi film  'Pengkhianatan Gerakan 30 September' atau lebih dikenal dengan G 30 S  PKI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain PFN, pemerintah juga berniat untuk menitipkan PT  Balai Pustaka (Persero) kepada Departemen Pendidikan. Tujuannya sama,  agar BUMN penerbit buku itu bisa kembali 'hidup'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Zaman dahulu  Balai Pustaka itu luar biasa sekali, tapi sekarang merana. Kita  berencana untuk menjadikan BLU dan diberi job dari Diknas. Tidak usah  jadi&lt;br /&gt;komersil, asal bisa bawa misi pendidikan sudah bagus," tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua  langkah di atas, menurut Mustafa, merupakan salah satu langkah untuk  penyehatan dan perampingan jumlah perusahaan pelat merah. Saat ini, ada  total 142 BUMN. Tahun 2014 nanti, target pemerintah hanya akan ada 78  BUMN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah lain yang dilakukan pemeritah dalam mengejar target  tersebut antara lain melalui pembentukan induk usaha atau holding di  BUMN sektor serupa, merger dan akuisisi. &lt;a href="http://www.detikfinance.com/read/2011/02/24/191051/1578776/4/bumn-pembuat-film-si-unyil-dititipkan-ke-tifatul"&gt;(&lt;b&gt;&lt;/b&gt;sumber)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-1766558795829195424?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/1766558795829195424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/1766558795829195424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/02/bumn-pembuat-film-si-unyil-dititipkan.html' title='BUMN Pembuat Film Si Unyil Dititipkan ke Tifatul'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-6565622384010309741</id><published>2011-02-24T09:41:00.000+08:00</published><updated>2011-02-24T09:41:56.615+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>Pemerintah Kesulitan Sebar Informasi</title><content type='html'>Kementerian Komunikasi dan Informatika mengakui kesulitan untuk menyebarkan informasi dan pencitraan kepada masyarakat.&amp;nbsp; "Sekarang ini kami kesulitan karena fakta kuantitatif dibenturkan  persepsi kualitatif. Harusnya sejajar sehingga masyarakat tidak  bingung," ujar Freddy Tulung, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi  Kementrian Komunikasi dan Informatika, saat Seminar dan Pemanfaatan  Media Online dan Mobile untuk Peningkatan Kinerja Perusahaan di Wisma  Antara, Selasa (22/2).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;Freddy  mengatakan hal ini menyikapi banjirnya informasi yang dinilai tidak  menguntungkan pencitraan pemerintah. Freddy mengatakan pemerintah  seharusnya bisa menyusun agenda setting, tetapi akhirnya pemerintah  membentengi dirinya.&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;"Jadi defensif. Sekuat-kuatnya pertahanan, ya jebol juga karena informasinya tidak sinergis," ujar Freddy.&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;Dia  mengakui hal ini karena lembaga pemerintah masih belum sinkron, akses  terbatas, dan tidak terkoordinasi. Sehingga muncul apriori terhadap  lembaga negara.&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;Untuk mengembalikan kondisi tersebut, kata Freddy, pemerintah akan memenuhi apa yang dibutuhkan publik. &lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;Selain itu, pemerintah juga berjanji mengakomodasi aspirasi. Pemerintah pun membutuhkan legitimasi dan pencitraan.&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;Namun,  menurutnya, pemerintah sudah tidak zamannya melarang informasi dan  menyensor berita. Tapi memberikan tambahan informasi yang mencerahkan  dan memberdayakan masyarakat.&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;Terkait  pernyataan pemboikotan dua media yang disampaikan Sekretaris Kabinet  Dipo Alam, Freddy mengatakan hanya merupakan pernyataan politik. Dalam  prakteknya pemerintah akan menggunakan hak jawab dan sebagainya.&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;&lt;br style="display: block; margin: 4px 0pt;" /&gt;Intinya,  kata Freddy, pemerintah menginginkan keseimbangan informasi. "Boikot  tidak ada dasar hukumnya dan mekanismenya bagaimana," ujar Freddy. &lt;a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/it/2011/02/22/brk,20110222-315252,id.html"&gt;(sumber)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-6565622384010309741?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/6565622384010309741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/6565622384010309741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/02/pemerintah-kesulitan-sebar-informasi.html' title='Pemerintah Kesulitan Sebar Informasi'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-4357003000660263893</id><published>2011-02-24T09:40:00.000+08:00</published><updated>2011-02-24T09:40:22.948+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>Tifatul: Ancaman boikot media sikap pribadi Dipo</title><content type='html'>Menteri Komunikasi dan  Informatika  Tifatul Sembiring menilai ancaman dari Sekretaris Kabinet  Dipo Alam  yang akan memboikot tiga media, sebagai sikap dari pribadi  Dipo, bukan  merupakan sikap pemerintah, karena hingga saat ini tidak ada  kebijakan  pemerintah untuk memboikot media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya tegaskan tidak ada sikap   pemerintah untuk memboikot media. Itu tidak ada sikap seperti itu,   pandangan Pak Dipo itu pandangan pribadi," ujarnya kepada &lt;em&gt;Bisnis&lt;/em&gt;, hari ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia menuturkan seperti pidato Presiden   Susilo Bambang Yudhoyono saat memperingati Hari Pers di Kupang belum   lama ini, pemerintah tidak akan memboikot media.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut dia, pemerintah mengharapkan   agar pers dan media bebas yang berkarakter. "Di luar itu [ancaman boikot   media oleh Dipo Alam] sebenarnya ungkapan pribadi, meskipun yang saya   tangkap kegundahan Pak Dipo lebih pada media yang tidak berimbang."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tifatul menambahkan soal kritikan pers   kepada pemerintah tidak akan menjadi persoalan bagi dan tidak akan   kembali lagi ke zaman otoritarian karena kebebasan pers telah dijamin   oleh undang-undang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hingga saat ini, paparnya, belum ada keputusan Presiden yang menyatakan bahwa pemerintah akan memboikot iklan dan media.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dia juga mengeluhkan terhadap pengguna   jejaring sosial seperti Twitter dan Facebook yang menggunakan kata dan   bahasa yang kasar seperti menghujat dan lainnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Itu [bahasa dalam Twitter yang kasar]   memang realita, itu harus diajari bersopan santun. Itu imbauan sifatnya,   tidak bisa diregulasi seperti itu."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun, dia mengharapkan agar pengguna   jejaring sosial di Tanah Air tidak meninggalkan jati diri sebagai bangsa   yang memiliki sopan santun dan beradab. "Orang nikah aja ada pantun   dulu, ini kok jadi kasar seperti ini."&lt;/div&gt;Dia menambahkan ke depan akan disahkan UU Konvergensi yang akan mengatur teknologi ke depan, di mana satu &lt;em&gt;gadget&lt;/em&gt; dapat digunakan untuk berbagai media atau fungsi. &lt;a href="http://www.bisnis.com/umum/sosial/13688-tifatul-menilai-ancaman-boikot-media-sikap-pribadi-dipo"&gt;(sumber)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-4357003000660263893?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/4357003000660263893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/4357003000660263893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/02/tifatul-ancaman-boikot-media-sikap.html' title='Tifatul: Ancaman boikot media sikap pribadi Dipo'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-7841108894257872757</id><published>2011-02-24T09:39:00.000+08:00</published><updated>2011-02-24T09:39:07.855+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>Media Pemerintah Diminta Lebih Inovatif</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta media  pemerintah lebih inovatif menyajikan produk dan layanan supaya lebih  andal mencerdaskan bangsa. Harapan disampaikan Direktur Jenderal  Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Freddy Tulung, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Media dimaksud Perum LKBN &lt;em&gt;Antara, RRI, dan TVRI&lt;/em&gt;. "ANTARA, RRI,  dan TVRI sudah seharusnya tampil beda, lebih menarik, keluar dengan  membuat citra baru sebagai penyedia informasi berbasis pencerdasan  bangsa," terang Freddy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran media publik sangat dibutuhkan untuk menetralisasi dampak negatif  gelombang revolusi informasi yang dikonsumsi masyarakat. "Sudah  seharusnya media massa sebagai penyedia informasi kepada publik juga  memperbesar porsi edukasi," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu sebagai penyedia informasi bagi publik, media pemerintah tidak lagi berpatokan bisnis &lt;em&gt;as usual&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi mereka diharapkan bukan hanya dapat meningkatan akses informasi,  tapi yang lebih penting bagaimana informasi yang disampaikan tersebut  tidak berimplikasi negatif," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peningkatan kualitas, kata dia, menjadi faktor mutlak. "Penyiaran &lt;em&gt;TVRI&lt;/em&gt; misalnya, kontennya bagus tetapi dikemas tidak menarik, akhirnya masyarakat tidak mau menonton," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab itu media pemerintah harus menunjukkan tanggung jawab dengan mendorong peningkatan kualitas infrastruktur.&lt;a href="http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2011/02/22/43304/Media-Pemerintah-Diminta-Lebih-Inovatif"&gt; (sumber)&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-7841108894257872757?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/7841108894257872757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/7841108894257872757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/02/media-pemerintah-diminta-lebih-inovatif.html' title='Media Pemerintah Diminta Lebih Inovatif'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-6550218102928027419</id><published>2011-02-21T09:28:00.000+08:00</published><updated>2011-02-21T09:28:40.289+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita BBPPKI'/><title type='text'>Perkenalan Kepala BBPPKI Makassar yang Baru</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-eIYBvijgZUY/TWG_k9jHOFI/AAAAAAAAAIE/bpOphDTSY2k/s1600/DSC00516.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-eIYBvijgZUY/TWG_k9jHOFI/AAAAAAAAAIE/bpOphDTSY2k/s320/DSC00516.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin:0in; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;“Marilah kita saling bekerja sama dan saling bahu membahu untuk melaksanakan semua tugas dan program kerja BBPPKI Makassar. Dan marilah kita mengerjakan semua tugas-tugas kita ini dengan manajemen ‘trust’. Dengan saling percaya&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;maka kita dapat melaksanakan semua tugas-tugas dengan baik.” Demikian&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pengarahan kepala BBPPKI Makassar yang baru, Drs. Tulus Subardjono dalam pengarahan sekaligus perkenalan dengan para pejabat struktural, fungsional, peneliti dan staf BBPPKI Makassar di aula BBPPKI, Jumat, 18 Februari 2011.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;Tulus Subardjono juga sangat mengharapkan keakraban bisa terjalin antara para pegawai sehingga menciptakan iklim kerja yang baik. Pertemuan ini merupakan kegiatan pertama yang dilakukan kabalai sejak menjabat sebagai Kepala BBPPKI Makassar 27 Januari 2011 lalu. &lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-6550218102928027419?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/6550218102928027419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/6550218102928027419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/02/perkenalan-kepala-bbppki-makassar-yang.html' title='Perkenalan Kepala BBPPKI Makassar yang Baru'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-eIYBvijgZUY/TWG_k9jHOFI/AAAAAAAAAIE/bpOphDTSY2k/s72-c/DSC00516.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-3409627673728691394</id><published>2011-02-17T10:19:00.000+08:00</published><updated>2011-02-17T10:19:37.873+08:00</updated><title type='text'>PLIK di Aceh Selatan belum Berfungsi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) di Aceh  Selatan sejauh  ini belum berfungsi sehubungan belum lengkapnya  fasilitas pengoperasian pusat  internet tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Sedianya sudah berfungsi awal Januari lalu, namun  karena  perangkat dan fasilitas pendukungnya belum terpasang maka PLIK  ini belum dapat  difungsikan," kata Koordinator PLIK Aceh Selatan,  Kasmar SE, kepada Analisa di  Tapaktuan, Senin, (13/2).&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dikatakan,  perangkat keras yang belum dimiliki pengurus  koperasi di kecamatan  bersangkutan adalah perangkat untuk hotline yang  semestinya sudah  diterima di lokasi serta pefungsi-pakai perangkat dari  Kemenkominfo.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Di  Aceh Selatan sedikitnya terdapat sejumlah 13 PLIK yang  tersebar di  sembilan kecamatan guna menunjang transformasi teknologi di  pedesaan.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Selain  itu, untuk mempercepat akses komunikasi dan informasi  dari dan untuk  warga pedesaan dalam rangka mempromosikan komoditi unggulan serta   tautan (link) bisnis melalui internet. "Perangkat berupa modem yang  merupakan  alat vital bagi pemungsian/hotline internet belum dikirim ke  lokasi,"  katanya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebelumnya, pengurus koperasi  di Lawesawah Kluet Timur juga  mengakui bahwa sebagian besar masyarakat  Lawesawah Kluet Timur Aceh Selatan  menanyakan tentang pemungsian PLIK  tersebut. "Sedianya kami sudah bisa  memanfaatkan layanan internet ini,  namun kapan kepastiannya operasionalnya,"  kata warga petani sebagaimana  dikutip Ketua Koperasi Sejahtera Lawesawah  Samdadin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Warga  setempat berharap keberadaan PLIK bagi mereka dapat  segera  difungsikan, sehingga kehadiran PLIK di kecamatan yang merupakan hasil   kerjasama Inkud Pusat dengan Kemenkominfo tidak sia-sia.  &lt;strong&gt;(m) &lt;a href="http://www.analisadaily.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=86087:plik-di-aceh-selatan-belum-berfungsi&amp;amp;catid=42:nad&amp;amp;Itemid=112"&gt;sumber&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-3409627673728691394?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/3409627673728691394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/3409627673728691394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/02/plik-di-aceh-selatan-belum-berfungsi.html' title='PLIK di Aceh Selatan belum Berfungsi'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-3870502783370937837</id><published>2011-02-17T10:17:00.001+08:00</published><updated>2011-02-17T10:18:02.541+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita BBPPKI'/><title type='text'>Gubernur Beri Penghargaan Website Terbaik</title><content type='html'>Website resmi Pemerintah Kota Parepare, berhasil tampil sebagai website  pemda terbaik ketiga, berdasarkan penilaian yang diselenggarakan  Partnership for Public Service pada tahun 2010 lalu. &lt;br /&gt;Penyerahan  penghargaan dilakukan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo,  dilangsungkan di Grand Clarion Hotel and Convention belum lama ini.  Walikota Parepare yang diwakili Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra,  Husni Syam, menerima sertifikat/penghargaan tersebut bersama pemda-pemda  lain yang juga menerima penghargaan yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Penilaian terhadap konsep pelayanan elektronik (e-public service)  tersebut, digelar oleh Lembaga Kajian Demokrasi dan Ekonomi (LeDO)  Makassar, Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP). &lt;br /&gt;Selain dihadiri Asisten I mewakili Walikota, pejabat lainnya yang  ikut hadir bersama Husni yakni Kepala Bagian Humas Pemda Kota Parepare,  Andi Erwin Pallawarukka. &lt;br /&gt;Koordinator Tim Peneliti Pemilihan Website Terbaik Pemda se Sulsel,  Prof Dr Sangkala MA, menjelaskan, penghargaan tersebut diberikan karena  instansi yang dimaksud mampu menyediakan informasi atau layanan  perizinan yang dapat diakses dengan mudah di website.  &lt;br /&gt;Terdapat tiga kategori penilaian yang dilakukan yakni aspek teknis,  aspek isi (konten), dan aspek kegunaan (e-government). Website Pemda  Kota Parepare, berhasil tampil sebagai website terbaik ketiga untuk  kategori/aspek e-government (kegunaan).  &lt;br /&gt;Pemda lainnya yang berhasil meraih penghargaan, yakni Kabupaten  Takalar, Kota Makassar, Kabupaten Enrekang, Kabupaten Barru, dan  Kabupaten Bone. “Adanya website pemerintah daerah, membantu untuk  memberikan pelayanan yang baik, pelayanan yang tidak lagi manual tetapi  berbasis teknologi informasi dan komunikasi,” jelas Prof Sangkala saat  membawakan sambutannya sebelum penyerahan penghargaan. (sumber : ujungpandang ekspres)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-3870502783370937837?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/3870502783370937837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/3870502783370937837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/02/gubernur-beri-penghargaan-website.html' title='Gubernur Beri Penghargaan Website Terbaik'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-736471960351382361</id><published>2011-02-17T10:01:00.002+08:00</published><updated>2011-02-17T10:01:54.590+08:00</updated><title type='text'>SMS Spam Mulai Diberantas</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; -  Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia  (BRTI) akhirnya mengambil langkah konkret untuk memblokir penyebaran SMS  spam yang kerap bikin jengkel pengguna telekomunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari  hasil pertemuan antara BRTI dengan perwakilan konsumen dan operator,  disimpulkan bahwa SMS spam yang digunakan untuk penawaran kredit tanpa  agunan (KTA) dan kartu kredit sudah meresahkan pengguna layanan  telekomunikasi dan berpotensi terjadi pelanggaran UU telekomunikasi  No.36/1999 dan Peraturan Menkominfo No. 1/2009. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;"Karena itu, BRTI dan para operator akan berupaya melakukan beberapa langkah," papar Anggota BRTI Heru Sutadi kepada &lt;strong&gt;detikINET&lt;/strong&gt;, Rabu (16/2/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah awal yang akan ditempuh ialah melakukan pemblokiran terhadap SMS spam KTA, kartu kredit, dan sejenisnya, dengan &lt;em&gt;firewall &lt;/em&gt;di sisi operator. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, BRTI juga akan membahas kembali metode pengiriman SMS lintas operator dalam penetapan interkoneksi SMS. Sebab, metode &lt;em&gt;sender keep all &lt;/em&gt;(SKA) yang selama ini digunakan, dinilai telah menjadi pemicu SMS gratis untuk menyebar SMS sampah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terakhir,  BRTI juga akan berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk mengetahui dan  menyampaikan masalah penyebaran SMS KTA dan kartu kredit yang terutama  dilakukan oleh bank-bank asing," tandas Heru. (sumber:detik)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-736471960351382361?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/736471960351382361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/736471960351382361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/02/sms-spam-mulai-diberantas.html' title='SMS Spam Mulai Diberantas'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-8506005930211867798</id><published>2011-02-16T13:44:00.000+08:00</published><updated>2011-02-16T13:44:55.556+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita BBPPKI'/><title type='text'>Serah Terima Jabatan Kepala BBPPKI Makassar</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://balitbang.depkominfo.go.id/extra/images/berita/224.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://balitbang.depkominfo.go.id/extra/images/berita/224.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“Pergantian&amp;nbsp; pejabat disebuah instansi  adalah hal yang wajar dan biasa terjadi. Tujuannya tidak lain adalah  untuk penyegaran&amp;nbsp; bagi institusi yangbersangkutan.” Demikian arahan  Kepala Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika,  Aizirman Djusan, MSc.Econ. dalam serah terima jabatan Kepala Balai Besar  Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI)  Makassar dari&amp;nbsp; Drs. Hanif Hoesin&amp;nbsp; kepada Drs. Tulus Subardjono di  Makassar, 9 Februari 2011.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lebih jauh Aizirman mengatakan bahwa  para pejabat yang baru dilantik dan memegangjabatan baru setidaknya  harus tetap mengingat fakta integritas yangtelah ditandatangani  sebelumnya yaitu MA3K, yaitu Moral, Agama, Kejelasan Visi, Kompetensi  dan Komunikatif.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam kegiatan ini juga, disamping  penandatanganan berita acara serah terima jabatan, dilakukan juga  penyerahan memori jabatan dan penyerahan secara simbolis barang  inventaris yang dipakai pejabat lama kepada pejabat baru. Hadir dalam  acara ini Kadis Perhubungan dan Kominfo Sulawesi Selatan, Kadis Kominfo  kota Makassar, Kepala Stasiun TVRI dan RRI, Ketua KPID Sulawesi Selatan,  Ketua Yayasan Stimik Dipanegara dan Stimik Handayani, dan para pejabat  struktural dan fungsional serta seluruh staf BBPPKI Makassar.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-8506005930211867798?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/8506005930211867798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/8506005930211867798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/02/serah-terima-jabatan-kepala-bbppki.html' title='Serah Terima Jabatan Kepala BBPPKI Makassar'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-4390011956266836725</id><published>2011-02-16T13:42:00.000+08:00</published><updated>2011-02-16T13:42:53.368+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>Siaran Pers No. 17/PIH/KOMINFO/2/2011 tentang Perkembangan Lanjut Mengenai Implementasi Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Berbasis Packet Switched BWA 2,3 GHz</title><content type='html'>Dalam rangka mendapatkan kemudahan  memperoleh informasi, pemerintah telah melakukan kebijakan melalui  pembangunan infrastruktur telekomunikasi pada level jaringan akses.  Percepatan pembangunan di jaringan akses telah dipersiapkan dengan  menggunakan system transmisi radio pada pita frekuensi 2,3 GHz. Sejalan  dengan hal tersebut pemerintah telah membuka peluang usaha  penyelenggaraan jaringan tetap lokal berbasis packet switched yang  menggunakan pita frekuensi radio 2,3 GHz untuk keperluan layanan pita  lebar nirkabel (Wireless Broadband) tanggal 27 April 2009. Pembukaan  peluang usaha penyelenggaraan tersebut salah satunya berdampak pada  pemerataan penggunaan jasa internet yang dapat dinikmati masyarakat  dengan harga yang relatif murah. &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun demikian, dalam perjalanan  pengimplementasian penggelaran infrastruktur jaringan tersebut mengalami  berbagai kendala. Secara umum &lt;a href="http://www.depkominfo.go.id/berita/siaran-pers-no-134pihkominfo122010-tentang-klarifikasi-tentang-evaluasi-broadband-wireless-access-bwa-pada-pita-frekuensi-2-3-ghz/"&gt;&lt;strong&gt;yang menjadikan polemik &lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;adalah  ketersedian perangkat sesuai dengan teknologi yang telah  dipersyaratkan. Di sisi lain, kajian kedepan untuk teknologi tersebut  masih dirasakan tidak dapat mengimbangi era kompetisisi antar  penyelenggara telekomunikasi. Akibat polemik dimaksud, menimbulkan  dampak implementasi pembangunan yang telah disepakati oleh pemerintah  dan pelaku indistri menjadi tidak sesuai dengan jadwal yang telah  dicanangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dari berbagai permasalahan  pengimplementasian penyelenggaraan jaringan tetap lokal berbasis packet  switched yang menggunakan pita frekuensi radio 2,3 GHz untuk keperluan  layanan pita lebar nirkabel tersebut, pada saat ini pemerintah sedang  melakukan kajian lebih lanjut untuk mendapatkan solusi yang tepat  terhadap pembangunan industri telekomunikasi. Oleh karena itu, segala  hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan jaringan tetap lokal berbasis  packet switched yang menggunakan pita frekuensi radio 2,3 GHz untuk  keperluan layanan pita lebar nirkabel pada saat ini masih dalam proses  pembahasan yang komprehensif antara pemerintah dengan pelaku industri.  Demikian Siaran Pers ini diumumkan sebagai penjelasan lebih lanjut  terhadap pembangunan jaringan akses pita lebar di frekuensi 2,3 GHz.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-4390011956266836725?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/4390011956266836725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/4390011956266836725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/02/siaran-pers-no-17pihkominfo22011.html' title='Siaran Pers No. 17/PIH/KOMINFO/2/2011 tentang Perkembangan Lanjut Mengenai Implementasi Penyelenggaraan Jaringan Tetap Lokal Berbasis Packet Switched BWA 2,3 GHz'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-5745241285038352685</id><published>2011-02-16T13:40:00.000+08:00</published><updated>2011-02-16T13:40:15.141+08:00</updated><title type='text'>Siaran Pers No. 14/PIH/KOMINFO/2/2011 tentang Ancaman Sangat Serius Mengenai Habisnya Alokasi Blok Alamat IPv4 di Tingkat Global</title><content type='html'>&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;Dalam jumpa pers seusai membuka secara resmi &lt;a href="http://www.depkominfo.go.id/berita/siaran-pers-no-65pihkominfo62010-tentang-early-warning-system-terhadap-tragedi-krisis-global-kelangkaan-ipv4-internet-protocol-versi-4-di-tahun-2012/"&gt;&lt;strong&gt;acara IPv6 Summit pada tanggal 9 Juni 2010&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt; &amp;nbsp;di Bali,&lt;strong&gt;&amp;nbsp; Menteri Kominfo Tifatul Sembiring&lt;/strong&gt; &amp;nbsp;&lt;strong&gt;telah mengingatkan kepada masyarakat umum tentang ancaman kelangkaan IPv4&lt;/strong&gt;  (Internet Protocol version 4) mengingat hanya tersisa sebesar 6% dari  persediaan IPv4 seluruh dunia, sehingga kondisi krisis diperkirakan akan  berlangsung pada tahun 2012. Dalam acara pertemuan yang dihadiri oleh  sekitar 300 peserta yang datang dari dalam negeri dan luar negeri yang  terkait dengan bidang penyelenggaraan internet (pemerintah,  penyelenggara telekomunikasi, asosiasi terkait, akademisi, vendor dan  sejumlah pakar TIK) itu, Menteri Kominfo mengatakan: “&lt;strong&gt;Pemerintah sangat &lt;em&gt;concern &lt;/em&gt;dengan  masalah kemungkinan kelanggaan Ipv4, sehingga meminta para  penyelenggara telekomunikasi untuk konsisten melakukan langkah-langkah  persiapan konkret sebagaimana yang selama sudah dilaporkan kepada  Kementerian Kominfo supaya tidak menimbulkan persoalan teknis yang  berujung pada dampak negatifnya terhadap sejumlah layanan publik yang  menggunakan internet&lt;/strong&gt;”. &lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Acara di Bali tersebut di antaranya  diwarnai dengan pembacaan Deklarasi Bali oleh perwakilan penyelenggara  ISP di hadapan Menteri Kominfo, yang isi lengkapnya adalah sebagai  berikut:&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kami yang hadir pada hari ini, terdiri dari para  operator jasa telekomunikasi, penyedia layanan, pembuat serta penyedia  apikasi, dan penyalur perangkat keras telekomunikasi, secara sadar  berkumpul dalam acara “Indonesia IPv6 Summit” di Bali 8-9 Juni 2010.  Acara yang kami usung bersama, sebagai momen kesadaran terhadap  datangnya krisis IPv4 serta momen kerelaan untuk memulai implementasi  IPv6 secara menyeluruh di Indonesia.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kami menyadari bahwa dengan terus bertumbuhnya  pemakaian IP di dunia pada umumnya serta di Indonesia khususnya, maka  persediaan IPv4 diseluruh dunia saat ini tinggal 7% saja atau setara  dengan 280juta IP.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kami menyadari bahwa jumlah penduduk Indonesia yang  besar, disertai terus tumbuhnya penggunaan layanan Telekomunikasi  khususnya internet, terus membutuhkan dukungan dari infrastruktur  Telekomunikasi yang di era “next generation network” ini tidak dapat  dipisahkan dari ketersediaan IP. Maka kebutuhan dukungan IP ini, perlu  disikapi dengan rencana aksi implementasi IPv6 yang secara umum di  seluruh dunia diketahui merupakan solusi dari menipisnya ketersediaan  IPv4.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Untuk itu, kami semua menyatakan dukungan, terhadap  rencana implementasi IPv6 secara menyeluruh di Indonesia, melalui  tahapan yang tepat dengan rencana yang matang, sehingga menghasilkan  kemanfaatan yang maksimal untuk perkembangan Telekomunikasi, khususnya  internet di negeri ini.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dukungan ini akan kami wujudkan dengan memulai  pembuatan rencana dan kemudian diikuti dengan pelaksanaan migrasi IPv4  ke IPv6 secara bertahap, sehingga bersama-sama secara nasional,  Indonesia akan “IPv6 Ready” pada tahun 2013. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Peringatan yang pernah  disampaikan oleh Menteri Kominfo di Bali beberapa bulan tersebut rupanya  kini benar-benar hampir terjadi, karena dalam Siaran Persnya pada  tanggal 4 Februari 2011, &lt;em&gt;Asia Pacific Network Information Center&lt;/em&gt; (APNIC) menyebutkan bahwa masing-masing dari lima &lt;em&gt;Regional Internet Registries&lt;/em&gt; (RIRs) telah menerima minimal satu blok alamat IPv4, dimana satu blok IPv4 /8 berjumlah sekitar 16.5 Juta alamat IP&lt;/strong&gt;.  Tiga hari sebelumnya IANA telah mengalokasi dua blok /8 kepada APNIC.  Ini artinya, krisis kelangkaan alamat IPv4 telah telah mencapai babak  baru. Persediaan alamat IPv4 di tingkat &lt;em&gt;Internet Assigned Number Authority&lt;/em&gt; (IANA), selaku otoritas pengelolaan sumber daya Internet dunia, telah sepenuhnya habis didistribusikan ke &lt;em&gt;Registry&lt;/em&gt; tingkat regional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut catatan APNIC, Indonesia saat  ini telah mendapat alokasi alamat IPv4 sebanyak 49.455 blok IPv4 /24  atau sekitar 12.7 Juta alamat IP. Jumlah ini tergolong sangat kecil bila  dibandingkan dengan statistik perolehan alokasi IPv4 negara-negara Asia  lainnya seperti Jepang, Korea, Taiwan atau Cina yang telah memiliki  hingga dua puluh kali lipat dari perolehan Indonesia. Di lain sisi  jumlah penduduk Indonesia merupakan salah satu yang terbesar di Asia  sehingga dapat dipastikan&amp;nbsp; dalam upaya peningkatan penetrasi  Infrastruktur Internet nasional, alamat IP menjadi sebuah sumber daya  yang sangat penting.&amp;nbsp; Mempertimbangkan pesatnya pertumbuhan Industri  Telekomunikasi di kawasan ini, diperkirakan dalam kurang dari 6 bulan  kedepan distribusi alamat IPv4 di Asia Pasifik akan habis teralokasikan  ke masing-masing negara anggota APNIC termasuk Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Keterbatasan jumlah alamat IPv4 (yaitu sekitar 4 Milyar alamat) sudah menjadi perhatian Pemerintah&lt;/strong&gt;. Kementerian Kominfo telah membentuk sebuah gugus tugas khusus yang dinamakan &lt;strong&gt;Indonesia&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; IPv6 Task Force (ID-IPv6TF)&lt;/strong&gt;. Dalam beberapa tahun terakhir, &lt;strong&gt;ID-IPv6TF  secara konsisten menggiatkan dukungan terhadap implementasi IPv6 secara  nasional dengan sasaran bahwa dampak negatif dari krisis kelangkaan  IPv4 dunia dapat diminimalisir&lt;/strong&gt;. Beberapa kegiatan-kegiatan ID-IPv6TF yang telah dilaksanakan maupun sedang berjalan adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;ol style="text-align: justify;"&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Melakukan konsolidasi ID-IPv6TF dengan melibatkan unsur-unsur  Pemerintah, para praktisi industri, akademisi dan asosiasi-asosiasi di  bidang Telekomunikasi&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Menyusun Roadmap Implementasi IPv6 sebagai cetak biru dari pelaksanaan implementasi IPv6 secara nasional hingga tahun 2013&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Menyelenggarakan Indonesia IPv6 Summit untuk pertama kalinya di  tahun 2010, yaitu sebuah kampanye nasional dan forum yang mempertemukan  para praktisi Internet Indonesia untuk berbagi &lt;em&gt;best practice&lt;/em&gt; dalam implementasi IPv6.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Menginisiasikan penandatanganan Deklarasi IPv6 Indonesia yang  dilakukan oleh Menkominfo bersama dengan perwakilan dari pemangku  kepentingan, sebagai symbol komitmen masyarakat Internet Indonesia untuk  menuntaskan Roadmap Implementasi IPv6.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Menyelenggarakan pelatihan IPv6 Networking untuk engineer dan pelatihan manajemen IP dengan mengundang pakar-pakar IPv6 dunia.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Mencantumkan syarat &lt;em&gt;IPv6 Ready&lt;/em&gt; dalam skema perizinan Jasa Multimedia&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Mencantumkankan syarat &lt;em&gt;IPv6 Ready&lt;/em&gt; dokumen lelang program-program Kewajiban Universal (&lt;em&gt;Universal Service Obligation&lt;/em&gt;) yaitu Desa Pinter dan Nusantara Internet Exchange.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Memantau kemajuan implementasi IPv6 di sisi penyelenggara Jasa Multimedia yang dilakukan secara berkala&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Berpartisipasi aktif di forum-forum internasional seperti &lt;em&gt;Working Group International Telecommunication Union&lt;/em&gt; (ITU), &lt;em&gt;Internet Governance Forum&lt;/em&gt; (IGF), &lt;em&gt;APEC Ministerial Meeting on Telecommunication and Information Industry&lt;/em&gt; (APEL TELMIN), &lt;em&gt;Asia Pacific Regional Internet Conference&lt;/em&gt; (APRICOT) dimana sebagian diantaranya menjadi nara sumber.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Mendukung pendirian Indonesia IPv6 Forum sebagai wadah komunikasi antar pemangku kepentingan dalam Industri Internet.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Menjalin kerjasama dengan Dewan TIK Nasional untuk merumuskan  strategi pelaksanaan implemetasi IPv6 di lembaga-lembaga Pemerintah.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt; &lt;div&gt;Menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga coordinator implementasi IPv6 dunia seperti &lt;em&gt;APNIC, Japan IPv6 Promotion Council, National Advanced IPv6 Centre of Excellence &lt;/em&gt;serta berbagai organisasi Internasional penggiat IPv6 sejenis&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Puncak krisis kelangkaan alamat IPv4 ini  memang terjadi beberapa bulan lebih awal dari perkiraan semula, dimana  pertumbuhan Industri Telekomunikasi yang terjadi diseluruh belahan dunia  menjadi pemicunya. ID-IPv6TF akan terus mengawal pelaksanaan  implementasi IPv6. Beberapa kegiatan yang telah menjadi agenda ID-IPv6TF  untuk dilaksanakan dalam dua tahun kedepan adalah sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;Bersama dengan Dewan TIK Nasional merampungkan strategi pelaksanaan implementasi IPv6 di lembaga-lembaga Pemerintah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melanjutkan kebijakan pencantuman syarat IPv6 Ready dalam program-program nasional di bidang Telekomunikasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mencantumkan syarat &lt;em&gt;IPv6 Ready&lt;/em&gt; dalam dokumen lelang pengadaan Pemerintah.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menerbitkan ketentuan &lt;em&gt;IPv6 Ready&lt;/em&gt; dalam proses sertifikasi perangkat Telekomunikasi.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Melakukan koordinasi dengan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet  Indonesia (APJII) dalam usaha mengamankan sisa alokasi IPv4 dari APNIC&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perlu diingat kembali bahwa implementasi  IPv6 menjadi suatu hal yang tidak dapat ditunda. Indonesia Network  Information Center yaitu divisi APJII yang melaksanakan pengelolaan  alokasi IP di Indonesia, sesuai dengan kebijakan dari APNIC tidak  memiliki kapasitas untuk menimbun persediaan IPv4. Dengan demikian  implementasi IPv6 menjadi suatu keniscayaan. Pelaksanaan yang terencana  dan dilakukan lebih awal adalah kunci agar implementasi IPv6 dapat  dilakukan dengan minim hambatan dan pembiayaan yang efisien.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-5745241285038352685?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/5745241285038352685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/5745241285038352685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2011/02/siaran-pers-no-14pihkominfo22011_16.html' title='Siaran Pers No. 14/PIH/KOMINFO/2/2011 tentang Ancaman Sangat Serius Mengenai Habisnya Alokasi Blok Alamat IPv4 di Tingkat Global'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-8447117819960440146</id><published>2010-07-16T08:24:00.000+08:00</published><updated>2010-07-16T08:24:24.787+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>Tifatul: UU Pornografi Tak Bermaksud Batasi Bisnis dan Pengguna Internet</title><content type='html'>Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring  mengatakan, undang-undang di Indonesia yang mengatur kesusilaan dan  pornografi di Internet tidak bermaksud membatasi ruang gerak Penyedia  Layanan Internet (ISP) dan pengguna Internet.&lt;br /&gt;Dalam wawancara khusus per telepon dengan VOA, Menkominfo Tifatul  menjamin, pengusaha dan pengguna Internet tetap memiliki keleluasaan  untuk mengembangkan usaha bagi pengusaha dan memperoleh informasi dari  Internet bagi pengguna.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;“Pengusaha Internet bisa mengembangkan kapling bisnisnya yang di luar  porno,” kata Tifatul.&lt;br /&gt;Namun, Tifatul mengakui, meski perangkat undang-undangnya sudah ada,  pengaruh pornografi Internet terhadap masyarakat, terutama remaja dan  anak, sangat besar. Mengutip sebuah survei , Menteri Tifatul mengatakan,  97 persen dari 4500 responden murid SMP dan SMU di Indonesia, pernah  mengakses dan menonton porno di Internet.&lt;br /&gt;Dalam sebuah konperensi pers beberapa waktu lalu, Menteri Tifatul  mengaku Indonesia merupakan pengakses situs porno paling besar di dunia.&lt;br /&gt;Tentang anak, Menteri Tifatul mengutip sebuah survei terhadap murid  sekolah dasar di Lembah Kelang, Malaysia. Menurut survei itu, dari 400  murid sekolah dasar yang ditanya, 300 murid mengaku sudah melakukan  hubungan intim.&lt;br /&gt;Berikut cuplikan wawancara dengan Menkoninfo Tifatul.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Apakah di suatu saat kelak pemerintah Indonesia memblokir  Internet yang mengandung pornografi, terutama untuk anak? Pemerintah  Australia tengah memikirkan untuk memasang semacam saringan Internet  untuk menyelamatkan anak dari pornografi. Bagaimana di Indonesia? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kita punya perangkat legalitasnya di antaranya UU No. 36 Tahun 1999  tentang telekomunikasi di mana semua penyelenggara telekomunikasi tak  boleh melawan kepentingan umum yang melanggar hal-hal kesusilaan,  ketertiban umum dan keamanan.&lt;br /&gt;UU No. 11 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)  mengatakan setiap orang yang menyebarkan pornografi di Internet akan  dikenai sanksi hukuman (penjara) 6 sampai 12 tahun.&lt;br /&gt;Yang ketiga adalah UU No 44 tentang pornografi. UU ini mengatakan  negara wajib mencegah masyarakat dari pengaruh-pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;Oleh sebab itu, dengan tiga perangkat undang-undang ini, negara wajib  melindungi masyarakat dari pengaruh pornografi.&lt;br /&gt;Ada pun pengaruh-pengaruhnya sudah terlihat di masyarakat. Misalnya  dari beberapa survey dan dari beberapa pelajaran dari negara-negara  lain, kita melihat memang perlu perlindungan terhadap anak, khususnya  tentang pornografi di Internet. Oleh sebab itu, kita lihat juga  dampaknya. Kita lihat sebuah survei yang mengatakan 97 persen dari 4500  responden SMP dan SMU (di Indonesia) mengaku pernah mengakses atau  menonton film porno.&lt;br /&gt;Kalau kita berkaca dari negara tetangga kita – Malaysia --- ada  survei terbaru terhadap 400 remaja di Lembah Kelang. Tiga ratus dari  mereka pernah melakuhan hubungan intim. Ditanya lagi oleh survei itu,  apa yang mempengaruhi mereka (melakukan itu). Yang pertama adalah  kebebasan untuk mengakses situs porno sejak mereka usia sekolah dasar.  Yang kedua adalah pengaruh teman.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ada pro-kontra juga Pak Menteri. Di satu pihak, pemerintah ingin  melindungi rakyatnya terutama anak-anak. Di pihak lain ada semacam  kepentingan industri terutama Penyedia Konten Internet (ISP) yang  besar-besar yang mengatakan pengekangan terhadap Internet akan membuat  kualitas demokrasi – terutama kebebasan berpendapat – akan berkurang.  Bagaimana pendapat pemerintah Indonesia? &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan di Internet itu tak ada masalah. Yang kita blokir adalah  sesuatu yang diamanatkan undang-undang. Itu yang harus kita blok. Harus  dicegah dari pornografi. Demokrasi memiliki beberapa aspek yakni aspek  legislatif, yudikatif dan eksekutif. Ketika ada aspek legalitas yang  mengharuskan kita untuk menindaklanjuti maka kita harus laksanakan.  Kalau tidak saya bisa disomasi oleh banyak kalangan mengapa negara tidak  melindungi rakyatnya. Kebebasan juga bukan berarti boleh mengganggu  kebebasan orang lain. Banyak orang merasa terganggu dan saya sendiri  sebagai seorang ayah yang punya banyak anak. saya juga kawatir kalau  kemudian anak-anak saya terpengaruh oleh efek negative dari situs2 porno  tersebut. ISP juga sudah menandatangani kesepakatan dengan dari  Menkominfo bahwa mereka setuju untuk memblokir konten pornografi. Jadi,  mereka masih memiliki kapling bisnis karena kapling bisnis di internet  bukan hanya pornografi.(voanews)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-8447117819960440146?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/8447117819960440146'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/8447117819960440146'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2010/07/tifatul-uu-pornografi-tak-bermaksud.html' title='Tifatul: UU Pornografi Tak Bermaksud Batasi Bisnis dan Pengguna Internet'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-3912337312889150841</id><published>2010-07-16T08:17:00.001+08:00</published><updated>2010-07-16T08:17:46.323+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>Kak Seto Apresiasi Menkominfo yang Akan Blokir Situs Porno</title><content type='html'>Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Seto Mulyadi mendukung  langkah Kementerian Komunikasi dan Informatika yang akan &lt;a href="http://www.detiknews.com/read/2010/07/14/175649/1399330/10/tifatul-1-atau-2-bulan-lagi-situs-porno-akan-diblok-di-indonesia"&gt;memblokir  situs porno &lt;/a&gt;satu atau dua bulan mendatang. Pemblokiran situs porno  ini dianggap akan mampu melindungi anak dari bahaya pornografi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Itu  yang ditunggu-tunggu orang tua dan pendidik. Karena ini demi  perlindungan terhadap hak anak dan dampaknya yang jauh ke depan terhadap  kecerdasan emosional dan spiritual," kata Kak Seto kepada detikcom via  telepon, Kamis (15/7/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kak Seto menjelaskan, dampak buruk  situs-situs porno sangat membahayakan masyarakat, terutama anak-anak.  Langkah tegas Kemenkominfo ini harus diapresiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jadi ini suatu  langkah yang tegas dan harus diapresiasi. Selama ini kita memang  mendesak kepada eksekutif supaya mengedepankan kepentingan terbaik,  dalam mengatasi masalah pornografi," papar pengisi suara 'Si Komo' ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia  menjelaskan, pendidikan seks terhadap anak-anak memang perlu. Namun  tidak harus dengan menyaksikan video porno. "Pendidikan seks kan tidak  harus dengan nonton. Perhatian dari orang tua sangat dibutuhkan,"  imbuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, pendidikan formal seperti sekolah juga  berperan penting dalam menanamkan nilai-nilai moral. Tujuannya agar para  siswa tidak terjerumus dalam dunia pornografi. (detik)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-3912337312889150841?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/3912337312889150841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/3912337312889150841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2010/07/kak-seto-apresiasi-menkominfo-yang-akan.html' title='Kak Seto Apresiasi Menkominfo yang Akan Blokir Situs Porno'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-3468692441800669342</id><published>2010-07-16T08:13:00.000+08:00</published><updated>2010-07-16T08:15:31.049+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>Tifatul: Penilaian UKP4 Tak Terkait Reshuffle</title><content type='html'>Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring mengaku  pasrah jika Presiden mencopotnya. Namun Tifatul mengingatkan, reshuffle  itu tak terkait dengan rapor merah yang dikeluarkan Unit Kerja Presiden  Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) atas kementeriannya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Namun  nilai merah tersebut tidak serta merta langsung menteri diganti," kata  Tifatul. "Karena seperti di Kementerian Komunikasi dan Informasi, ada  satu program di bulan Juli yang belum jalan, tapi ada 364 program  lainnya yang berjalan lancar. Jadi penilaian itu&amp;nbsp; tidak ada hubungannya  sama sekali dengan reshuffle,” kata Tifatul Sembiring di Surabaya, Kamis  15 Juli 2010. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mencontohkan program Menteri Hukum dan HAM,  terkait program pembangunan dan pembenahan Lapas di Kementerian Hukum  dan Hak Asasi Manusia yang molor telah tertangani. ”Bagaimana bisa  menyelesaikan, anggarannya baru turun bulan Juni,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya  lebih jauh, Tifatul enggan menanggapi polemik soal pergantian menteri  yang mencuat dan menjadi pergunjingan publik ini.&amp;nbsp; "Sudahlah, kita lihat  saja perkembangannya," kata mantan Presiden PKS ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unit Kerja  Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) beberapa  lalu melansir kinerja sejumlah kementerian jeblok. Tiga Kementerian  disebut yang terendah yakni Kementerian Komunikasi dan Informasi,  Kementerian Hukum dan HAM dan Kementerian Pekerjaan Umum.(vivanews)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-3468692441800669342?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/3468692441800669342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/3468692441800669342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2010/07/tifatul-penilaian-ukp4-tak-terkait.html' title='Tifatul: Penilaian UKP4 Tak Terkait Reshuffle'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-7422374163806569501</id><published>2010-07-16T08:11:00.000+08:00</published><updated>2010-07-16T08:11:12.889+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>Situs Porno Akan Segera Diblok</title><content type='html'>Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring&amp;nbsp; memastikan akan  segera memblok&amp;nbsp; situs yang bernuansa pornografi. Ini dilakukan setelah  ada permintaan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia. &lt;br /&gt;" Kalau  tidak kita penuhi, itu melanggar UU Pornografi"&amp;nbsp; kata Tifatul usai Rapat  Koordinasi di Istana Negara,&amp;nbsp; Rabu (14/7).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menurut Tifatul,&amp;nbsp;  situs pornografi yang diblok adalah situs dari luar negeri.&amp;nbsp; Adapun  situs pornografi yang ada di dalam negeri bisa langsung ditutup. "Ini  yang banyak kan international internet cloud,&amp;nbsp; itu yang masuk ke  Indonesia&amp;nbsp; melalui saluran saluran ISP. ISP yang kita minta membloknya.  Jadi&amp;nbsp; bukan kita langsung," katanya.&lt;br /&gt;Tifatul memastikan,  pengeblokan dilakukan secara bertahap. "Dalam sebulan dua bulan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, mencuatnya video mesum artis di internet yang mengakibat  sejumlah dampak negatif kepada anak. Mudahnya akses situs porno juga  merupakan penyebab tindakan buruk kepada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  penyaringan situs porno, Kementerian Komunikasi dan Informasi memiliki  standar software massive trust. "Ikuti itu saja dulu standar itu. "  ujarnya (tempointeraktif)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-7422374163806569501?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/7422374163806569501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/7422374163806569501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2010/07/situs-porno-akan-segera-diblok.html' title='Situs Porno Akan Segera Diblok'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-1539351901607257364</id><published>2010-06-24T18:03:00.000+08:00</published><updated>2010-06-25T11:19:43.641+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pekommas Edisi Desember 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><title type='text'>MINAT MASYARAKAT KOTA TAHUNA MENDENGARKAN SIARAN RADIO</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Christiany Juditha&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Perkembangan teknologi informasi komunikasi semakin pesat, sehingga orang bebas memilih media sesuai dengan kebutuhan. Kenyataan yang ada ini menjadikan persaingan antar media semakin ketat. Mampukah radio bersaing dengan media lainnya?&lt;br /&gt;Hasil penelitian dengan menggunakan teknik Sampling Non probability ini menunjukkan bahwa masyarakat kota Tahuna sangat berminat mendengarkan siaran radio, dengan aktif mendengarkan radio 1- 2 jam dalam sehari. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Tujuannya untuk mendapatkan informasi, hiburan dan menambah wawasan. Sedangkan radio dan program acara yang paling banyak didengarkan adalah RRI dan hiburan (musik/lagu) yang. Sedangkan topik berita(informasi)/talk show yang paling diminait adalah rohani/agama.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kata Kunci : Minat, Siaran Radio.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya, silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10423253/Minatmasyarakatterhadapradio_kita_7.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unduh&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-1539351901607257364?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/1539351901607257364'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/1539351901607257364'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2010/06/minat-masyarakat-kota-tahuna.html' title='MINAT MASYARAKAT KOTA TAHUNA MENDENGARKAN SIARAN RADIO'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-4248835010862292957</id><published>2010-06-24T18:00:00.000+08:00</published><updated>2010-06-25T11:20:24.570+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pekommas Edisi Desember 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><title type='text'>PERANAN IKLAN DALAM PENGEMBANGAN SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Djuroto&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Iklan dalam kontek komunikasi bukan sekedar pesan bisnis yang menyangkut upaya mencari keuntungan sepihak. Iklan juga berperan dalam mewarnai kehidupan bermasyarakat. Iklan merupakan suatu pesan baik yang berbentuk lisan maupun gambar bertujuan memberikan informasi dan pengaruh kepada seseorang, sehingga seseorang dapat mengetahui atau memerankan karakter yang sama sesuai tujuan yang ingin di capai. Melalu iklan, seseorang dapat memperoleh dan mengembangkan persepsinya. Iklan dapat menjadi proses pembelajaran bagi seseorang dalam memperoleh informasi melalui iklan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sikap sesorang baik personal maupun kelompok sangat dipengaruhi oleh faktor budaya, sosial, personal dan psikologi. Sikap seseorang dapat dipengaruhi oleh stimulus dari apa yang didengar, dilihat, dan dibaca. Iklan layanan masyarakat melalui televisi seperti yang diperankan oleh si Doel Anak Sekolahan, Djaka, Acong, Sitorus, Nicky Astrea, dan Group Srimulat. Melalui Iklan Layanan Masyarakat, ternyata dapat mengubah sikap dan perilaku seseorang dan juga masyarakat.&lt;br /&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 300 responden yang terdiri dari Usia Masa remaja awal 12 –15 tahun, remaja tengah 15–18 tahun, dan remaja akhir 18–21 tahun, 73% diantaranya pernah memperoleh tayangan iklan, 22% tidak pernah, dan 5% tidak menjawab. Ternyata hampir semua remaja sebenarnya tidak menyenangi adanya iklan layanan masyarakat yang disiarkan memalui siaran televisi. Ini dapat dilihat dari Xe lebih kecil dari Xt sehingga sikap mereka disebut NEGATIF. Ketidak senangan mereka bisa jadi karena pada umumnya penyiaran iklan layanan masyarakat itu ditempatkan disela-sela siaran yang umumnya banyak digemari masyarakat. Misalnya Sinetron, Film dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kata kunci : Iklan, Sikap, Perilaku&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Selengkapnya, Silakan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10423211/PERANANIKLAN_jurnal_6.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unduh&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-4248835010862292957?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/4248835010862292957'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/4248835010862292957'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2010/06/peranan-iklan-dalam-pengembangan-sikap.html' title='PERANAN IKLAN DALAM PENGEMBANGAN SIKAP DAN PERILAKU MASYARAKAT'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-4012371844813416070</id><published>2010-06-24T17:57:00.000+08:00</published><updated>2010-06-25T11:20:49.675+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pekommas Edisi Desember 2009'/><title type='text'>STUDI KEBERADAAN KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT DI KABUPATEN ENREKANG</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Rukman Pala&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keberadaan KIM di Kabupaten Enrekang melalui aspek kelembagaan KIM, Sumber Daya Manusia KIM dan sarana informasi KIM, serta aktivitas KIM. penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi lembaga pembina KIM dalam hal ini instansi Infokom guna meningkatkan peran sertanya dalam memberdayakan KIM. Penelitian ini bersifat deskriktif kualitatif dengan menggunakan instrumen pedoman wawancara dan melakukan observasi dengan turun langsung kelapangan.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Hasil penelitian menunjukkan, bahwa Kelompok Informasi Masyarakat berfungsi sebagai fasilitator informasi, dimana KIM menyerap informasi dari masyarakat terkait dengan permasalahan yang dihadapi untuk disampaikan kepada pemerintah, dan juga sebaliknya KIM menerima informasi dari pemerintah untuk disampaikan kepada masyarakat. Namun karena keterbatasan infrastruktur KIM maka KIM belum dapat berbuat secara maksimal sesuai dengan harapan masyarakat dan pemerintah atau yang membina KIM.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kata Kunci : Kelompok, Informasi, Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selengkapnya, silakan &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.ziddu.com/download/10423180/tulisanjurnalrukman5.pdf.html"&gt;Unduh&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-4012371844813416070?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/4012371844813416070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/4012371844813416070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2010/06/studi-keberadaan-kelompok-informasi.html' title='STUDI KEBERADAAN KELOMPOK INFORMASI MASYARAKAT DI KABUPATEN ENREKANG'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-6071448140558653857</id><published>2010-06-24T17:50:00.000+08:00</published><updated>2010-06-25T11:21:20.816+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pekommas Edisi Desember 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><title type='text'>PENGARUH PEMBERITAAN LIPUTAN 6 SCTV TENTANG FORMALIN TERHADAP SIKAP MASYARAKAT KOTA TEBING TINGGI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Hamdan Hamidi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian ini membahas mengenai Pengaruh Pemberitaan Liputan 6 SCTV tentang Formalin terhadap Sikap Masyarakat dengan sub judul pemberitaan Liputan 6 SCTV tentang Formalin terhadap Sikap Masyarakat di Kelurahan “Tebing Tinggi”, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi. Sedangkan model teori yang digunakan adalah Uses and Gratifications, sedangkan teori pendukungnya adalah Sosial Learning theory, teori Laswell, Selectivitas theory, dan tentang Sikap manusia. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah Masyarakat “Kelurahan Tebing Tinggi” Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi. Dengan Populasi sebanyak 5575 orang, yang tersebar dalam IX lingkungan Untuk menghitung jumlah sampel dari data populasi dari data yang ada digunakan rumus Taro Yamane, dengan presisi 10% dan tingkat kepercayaan 90%. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Diperoleh sampel sebanyak 100 orang. Untuk menentukan jumlah masyarakat tiap lingkungan yang akan menjadi responden digunakan teknik Alokasi proporsional. Teknik penarikan sampel menggunakan cara penarikan sampel purposive sampling dan accidental sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara Pemberitaan Liputan 6 SCTV tentang Formalin terhadap Sikap Masyarakat. Hasil riset yang diperoleh adalah 0,981. Berdasarkan skala Guilford hasil riset berada pada skala 0,80 - 1,00 yang menunjukkan hubungan kuat sekali, sangat tinggi dan bisa diandalkan. Untuk mengetahui tingkat signifikansi hasil hipotesa tersebut dilakukan dengan menghitung dan thitung Diperoleh hasil  t&lt;span style="font-size:78%;"&gt;hitung&lt;/span&gt; &gt; t&lt;span style="font-size:78%;"&gt;tabel&lt;/span&gt; yaitu 49,307 &gt; 1,97. Hal ini menunjukkan hipotesa alternatifditerima yaitu terdapat hubungan antara Pemberitaan (Liputan 6 SCTVtentang Formalin terhadap Sikap Masyarakat di “Kelurahan TebingTinggi”, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi.Kata&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kunci: Pengaruh Liputan 6 sctv tentang Formalin, sikap masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya, Silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10423122/FORMALINDISCTV4.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unduh&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-6071448140558653857?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/6071448140558653857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/6071448140558653857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2010/06/pengaruh-pemberitaan-liputan-6-sctv.html' title='PENGARUH PEMBERITAAN LIPUTAN 6 SCTV TENTANG FORMALIN TERHADAP SIKAP MASYARAKAT KOTA TEBING TINGGI'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-2411335972267732418</id><published>2010-06-24T17:43:00.000+08:00</published><updated>2010-06-25T11:22:23.275+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pekommas Edisi Desember 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><title type='text'>KONSTRUKSI REALITAS DALAM MEDIA MASSA STUDI KASUS TENTANG KONSTRUKSI REALITAS SOSIAL OLEH WARTAWAN RAKYAT MERDEKA JAKARTA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Syarifuddin S.Gassing&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Masalah pokok yang diteliti dalam kajian ini adalah bagaimana wartawan Rakyat Merdeka mengkonstruksi realitas sosial menjadi realitas media (berita). Rakyat Merdeka dipilih karena selain berita - beritanya dianggap sangat provokatif, juga dinilai sebagai koran yang sering menggunakan kata – kata kasar.&lt;br /&gt;Kajian ini menggunakan teori konstruksi realitas sosial dari Peter L Berger dan Thomas Luckman yang mengemukakan bahwa realitas itu tidak dibentuk secara alamiah, tetapi ia dibentuk dan dikonstruksi, dengan demikian, realitas bisa berwajah ganda/plural, sebab setiap orang bisa mempunyai konstruksi yang berbeda – beda atas suatu realitas. Mendukung teori ini, juga digunakan teori interaksi simbolik, struktural fungsional, framing, dan etika moralitas dari James Rachels.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan mengambil studi kasus. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan sejumlah informan, observasi langsung dan studi pustaka.&lt;br /&gt;Dari penelitian yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa wartawan Rakyat Merdeka dalam mengkonstruksi realitas sosial menjadi realitas media (berita) diharuskan mengikuti karakter dan prinsip redaksi yang sudah ditetapkan manajemen, termasuk kriteria dalam penjudulan, dan penggunaan bahasa.&lt;br /&gt;Prinsip – prinsip jurnalistik dalam penulisan berita tetap menjadi dasar dalam pemilihan berita dan menjadi acuan dalam menentukan kebijakan pemuatan dan penempatan berita, termasuk dalam penjudulan, tetapi harus tetap memperhatikan karakter dan prinsip redaksi serta kriteria redaksi Rakyat Merdeka yang baku.&lt;br /&gt;Orientasi bisnis menjadi prioritas utama dalam penggarapan dan pemuatan berita. Hal itu terkait dengan kebijakan redaksional Rakyat Mereka yang mengharuskan 70% berita berorientasi bisnis, dan hanya 30% yang terkait idealisme.&lt;br /&gt;Membidik segmen pasar (pembaca) yang lebih fokus, jauh lebih berpengaruh dalam peningkatan omzet iklan, dari pada peningkatan jumlah tiras setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Kata Kunci: Konstruksi Realitas, Media Massa, dan Wartawan Rakyat Merdeka Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selengkapnya, silahkan &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.ziddu.com/download/10423018/artikelilmiahsyarifsg3.pdf.html"&gt;&lt;span&gt;Unduh&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-2411335972267732418?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/2411335972267732418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/2411335972267732418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2010/06/konstruksi-realitas-dalam-media-massa.html' title='KONSTRUKSI REALITAS DALAM MEDIA MASSA STUDI KASUS TENTANG KONSTRUKSI REALITAS SOSIAL OLEH WARTAWAN RAKYAT MERDEKA JAKARTA'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-7010015026673633766</id><published>2010-06-24T17:39:00.000+08:00</published><updated>2010-06-25T11:23:21.228+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Politik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pekommas Edisi Desember 2009'/><title type='text'>ANALISIS KEKALAHAN CALON BUPATI / WAKIL BUPATI YANG DIUSUNG OLEH PARTAI GOLKAR DALAM PILKADA KABUPATEN POLMAN PERIODE 2008-2013</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Arifuddin &amp;amp; Asdar Abidin&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ABSTRAK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kampanye politik serta faktor-faktor lain yang mempengaruhi kekalahan calon Bupati/Wakil Bupati yang diusung oleh Partai Golkar. Penelitian ini menggunakan tipe penelitian kualitatif dengan pendekatan Analisis SWOT untuk menarasikan hasil wawancara mendalam (indepth interview).&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Keputusan menentukan informan kunci dan ahli dengan memilih informan baik secara internal maupun secara ekternal. Sehingga hasil wawancara dan pengamatan langsung dapat dianalisa secara deskriptif dan digambarkan secara naratif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kampanye yang dilakukan oleh calon Bupati/Wakil Bupati yang diusung oleh Partai Golkar belum maksimal dalam hal komunikator politik, pesan politik, media politik dan khalayak pemilih, serta adanya faktor lain yang mempengaruhi kekalahan seperti masalah incumbent, partai pengusung, primordial, serta sistem Pilkada langsung yang baru pertama kali dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kata Kunci : Strategi Komunikasi, Komunikasi Politik, Kampanye Politik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selengkapnya, silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10422955/jurnalparif_191109_2.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unduh&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-7010015026673633766?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/7010015026673633766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/7010015026673633766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2010/06/analisis-kekalahan-calon-bupati-wakil.html' title='ANALISIS KEKALAHAN CALON BUPATI / WAKIL BUPATI YANG DIUSUNG OLEH PARTAI GOLKAR DALAM PILKADA KABUPATEN POLMAN PERIODE 2008-2013'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-5543213445007681390</id><published>2010-06-24T17:28:00.000+08:00</published><updated>2010-06-25T11:24:01.556+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Jurnal'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pekommas Edisi Desember 2009'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><title type='text'>INVESTIGATIVE REPORTING IN REVEALING CORRUPTION BY JOURNALIST OF INDONESIAN NEWSPAPER</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Moehammad Iqbal Sultan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left; font-weight: bold;"&gt;ABSTRACT&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;The application of investigative reporting by journalist of Indonesian Newspaper is not fully affected by sociopolitical condition of fear of political system applied by past regime, but mostly affected by the vision of the media and fully depends on work ethos of the journalist built as a system in the media institution. Technical writing ability or knowledge and understanding of the printed media journalist in investigative reporting must be acknowledged as very minimal. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;As a consequence, attempts to uncover the corruption cases through investigative reporting have not been done much by the journalist. The level of independency of the journalist is still weak especially due to pressure to media owners and policy of editing. In practice the work of the team is not a must in carrying out investigative reporting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Key words: corruption, newspaper, investigative reporting&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;(Telah dipublikasikan di Jurnal Pekommas edisi Desember 2009)&lt;br /&gt;Untuk selengkapnya, silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10422884/INVESTIGATIVEREPORTING_IQBAL_1.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Unduh&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-5543213445007681390?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/5543213445007681390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/5543213445007681390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2010/06/investigative-reporting-in-revealing.html' title='INVESTIGATIVE REPORTING IN REVEALING CORRUPTION BY JOURNALIST OF INDONESIAN NEWSPAPER'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-8805186057574822856</id><published>2010-06-11T13:11:00.000+08:00</published><updated>2010-06-25T11:25:18.420+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita Kominfo'/><title type='text'>DISKUSI JURNALISME WARGA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TBW-Zn1wb8I/AAAAAAAAAEA/dS9w1Woz-Wg/s1600/diskusi.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TBW-Zn1wb8I/AAAAAAAAAEA/dS9w1Woz-Wg/s200/diskusi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482497468793909186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Perkembangan teknologi informasi telah mengubah format dan karakter jurnalisme. Bukan saja format media massa mengalami perubahan, dari media massa tradisional seperti surat kabar, majalah, dan media cetak lainnya, menjadi media penyiaran dan kini media internet, melainkan mengubah pula karakter kinerja jurnalismenya. Pada era jurnalisme tradisional, seperti media cetak dan penyiaran, wartawan memiliki semacam hak khusus (privilege) sebagai pihak yang menjalankan profesi. Kini di era media internet, setiap individu anggota masyarakat secara praktis dapat menjalankan fungsi sebagai wartawan dan mengelola media sendiri. Dengan hadirnya mailing list, website, dan belakangan blog serta youtube (termasuk teknologi SMS), praktis setiap individu dapat memerankan fungsi wartawan, yaitu: mencari, mengumpulkan, mengolah, dan menyebarkan informasi.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;kalangan praktisi media, kecenderungan munculnya anggota masyarakat berperan aktif dalam menyumbang informasi melalui media internet dikenal sebagai citizen journalism atau di-Indonesiakan menjadi ”jurnalisme warga”. Istilah ini merujuk pada pemahaman bahwa setiap individu dapat menjalankan peran sebagai jurnalis, atau self-apointed journalists.  Fenomena jurnalisme warga ini memunculkan persoalan tersendiri, mengingat pada umumnya warga yang memerankan diri sebagai wartawan tersebut tidak dibekali dengan pengetahuan dan pemahaman yang memadai untuk menjadi wartawan. Artinya pada umumnya mereka tidak memiliki kompetensi jurnalistik. Persoalan lainnya adalah tidak adanya kompetensi itu berpotensi melahirkan informasi yang tidak berkualitas dan bahkan informasi yang tidak layak. Atas dasar inilah  Dewan Pers berinisiatif  menggelar diskusi untuk merumuskan Etika Jurnalisme Warga di Makassar 20 Mei 2010. Diskusi ini selain untuk mendiskusikan etika juga bertujuan mengidentifikasi berbagai hal menyangkut jurnalisme warga, menyediakan forum wacana bagi publik  tentang  munculnya fenomena jurnalisme warga dan memberikan pemahaman tentang relevansinya bagi kebebasan pers, mendefinisikan batas-batas dan definisi menyangkut jurnalisme warga serta merumuskan sejumlah persoalan menyangkut etika praktek jurnalisme warga.&lt;br /&gt;Sementara itu salah seorang nara sumber, Uni  Z. Lubis, yang juga anggota Dewan Pers dalam pemaparan topik Hubungan Jurnalisme Warga denan Karya Jurnalistik  menjelaskan bahwa Jurnalisme warga merupakan jurnalisme publik, jurnalisme partisipasi atau jurnalisme demokrat adalah tindakan non-profesional yang memainkan peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, penelitian dan penyebaran berita dan informasi. Lebih jauh Uni mengatakan bahwa tujuan dari jurnalisme warga ini adalah untuk menyajikan berita yang bebas, dapat dipercaya, akurat, meliputi banyak hal dan informasi yang terkait dengan kebutuhan warga akan demokrasi.&lt;br /&gt;Kegiatan yang diikuti sekitar 75 peserta yang terdiri dari pengelola media online, bloger dan youtube mahasiswa di daerah ini juga menyanyikan topik diskusi ‘Persoalan Persoalan dalam Praktek Jurnalisme Warga (Pepi Nugraha-Kompas.com) dan Jurnalis Warga : Dari Informasi menjadi Aksi (Donny Bhudi Utoyo-ICT Wacth Indonesia).(ij’BidPubDok-BBPPKI Makassar)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-8805186057574822856?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/8805186057574822856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/8805186057574822856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2010/06/diskusi-jurnalisme-warga.html' title='DISKUSI JURNALISME WARGA'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TBW-Zn1wb8I/AAAAAAAAAEA/dS9w1Woz-Wg/s72-c/diskusi.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-3455843031004974096</id><published>2010-06-11T12:16:00.000+08:00</published><updated>2010-06-25T11:25:31.452+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita BBPPKI'/><title type='text'>PERINGATI HARKITNAS UPT dan MITRA KEMKOMINFO ADAKAN DONOR DARAH</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TBW8vGXrwQI/AAAAAAAAADw/-QLxDtAqgB8/s1600/donor.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 133px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TBW8vGXrwQI/AAAAAAAAADw/-QLxDtAqgB8/s200/donor.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5482495638743269634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam rangka memperingati hari Kebangkitan Nasional,  Unit Pelayanan Teknis dan mitra kerja Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengadakan bakti sosial donor darah yang dilaksanakan hari Kamis, 20 Mei 2010 di kantor TVRI Stasiun Makassar. Kegiatan ini diikuti karyawan TVRI, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Informasi (BPPKI) Makassar, Balai Monitoring (Balmon Makassar),   Dinas Kominfo serta masyarakat umum.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tujuan dari kegiatan ini selain untuk memperingati hari Kebangkitan Nasional, juga untuk memupuk rasa solidaritas terhadap sesama dengan melakukan donor darah, juga sebagai ajang silaturahmi bagi karyawan UPT dan mitra kerja kemkominfo.(ij/BidPubDok-BBPPKI Makassar)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-3455843031004974096?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/3455843031004974096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/3455843031004974096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2010/06/peringati-harkitnas-upt-dan-mitra.html' title='PERINGATI HARKITNAS UPT dan MITRA KEMKOMINFO ADAKAN DONOR DARAH'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TBW8vGXrwQI/AAAAAAAAADw/-QLxDtAqgB8/s72-c/donor.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-6960397968375551526</id><published>2010-06-04T16:42:00.000+08:00</published><updated>2010-06-04T16:59:54.759+08:00</updated><title type='text'>Pengumuman Hasil Lelang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TAi9orCNVlI/AAAAAAAAABw/b01abRBZ1Zo/s1600/scan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 296px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TAi9orCNVlI/AAAAAAAAABw/b01abRBZ1Zo/s400/scan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5478837453140612690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10134396/HasilEvaluasidanKualifikasi.pdf.html"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a style="color: rgb(255, 255, 255);" href="http://www.ziddu.com/download/10134396/HasilEvaluasidanKualifikasi.pdf.html"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255); font-weight: bold;"&gt;Hasil Evaluasi Penawaran dan Penilaian Kualifikasi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; dapat di download &lt;a style="color: rgb(255, 255, 255);" href="http://www.ziddu.com/download/10134396/HasilEvaluasidanKualifikasi.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;di sini&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-6960397968375551526?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/6960397968375551526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/6960397968375551526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2010/06/blog-post.html' title='Pengumuman Hasil Lelang'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TAi9orCNVlI/AAAAAAAAABw/b01abRBZ1Zo/s72-c/scan.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-2514746274429860215</id><published>2010-05-08T17:59:00.000+08:00</published><updated>2010-05-09T14:39:21.201+08:00</updated><title type='text'>Pengumuman Pelelangan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGUMUMAN PELELANGAN&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nomor: 008/BBPPKI-MKS/PBJ/05/2010&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 95%;"&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;Satker Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Makassar dengan ini mengundang Penyedia Jasa Pemborongan untuk mengikuti Pelelangan Umum Pasca Kualifikasi dengan Dana APBN TA. 2010 dengan ketentuan sebagai berikut :&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 23.8pt; text-align: justify; text-indent: -23.8pt; line-height: 95%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;&lt;span style=""&gt;I.&lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;Kegiatan PPK. Pembangunan Pengadaan/Peningkatan Sarana dan Prasarana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 94.5pt; text-align: justify; text-indent: -70.7pt; line-height: 95%;"&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;Pekerjaan&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rehabilitasi Gedung Operasional Kantor Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Makassar Depkominfo.&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 94.5pt; text-align: justify; text-indent: -70.7pt; line-height: 95%;"&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;Kualifikasi&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;K (Kecil) Bidang : Arsitektural, Sub Bidang : Bangunan-Bangunan Non Perumahan Lainnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 94.5pt; text-align: justify; text-indent: -70.7pt; line-height: 95%;"&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;Pagu&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Rp. 235.080.000,- (Dua Ratus Tiga Puluh Lima Juta Delapan Puluh Ribu Rupiah)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 23.8pt; text-align: justify; text-indent: -23.8pt; line-height: 95%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;&lt;span style=""&gt;II.&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;Pendaftaran/Pengambilan Dokumen lelang &amp;amp; Dokumen Kualifikasi dengan alamat sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 94.5pt; text-align: justify; text-indent: -70.7pt; line-height: 95%;"&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;Kantor &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Kantor Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Komunikasi dan Informatika (BBPPKI) Makassar. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 94.5pt; text-align: justify; text-indent: -70.7pt; line-height: 95%;"&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;Alamat &lt;span style=""&gt;               &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Jl. Racing Centre II No. 25 Makassar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 94.5pt; text-align: justify; text-indent: -70.7pt; line-height: 95%;"&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;Tanggal &lt;span style=""&gt;             &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;6 s/d 20 Mei 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 94.5pt; text-align: justify; text-indent: -70.7pt; line-height: 95%;"&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;Waktu &lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;09.00 s/d 15.00 Wita &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 23.8pt; text-align: justify; text-indent: -23.8pt; line-height: 95%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;&lt;span style=""&gt;III.&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;Penyedia jasa yang berminat dapat mendaftarkan ke alamat tersebut di atas dengan menyerahkan :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 41.8pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in; line-height: 95%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;Foto Copy SBU Perusahaan Tahun 2009 Asli/yang masih berlaku dan membawa cap Perusahaan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 23.8pt; text-align: justify; text-indent: -23.8pt; line-height: 95%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;&lt;span style=""&gt;IV.&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;Bagi penyedia jasa yang diwakilkan diminta membawa Surat Kuasa Bermaterai Rp. 6.000,- Yang terdapat namanya di dalam akte perusahaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 23.8pt; text-align: justify; text-indent: -23.8pt; line-height: 95%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;&lt;span style=""&gt;V.&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;Bagi Penyedia jasa yang akan mendaftar, diharapkan mendaftar  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;terlebih dahulu &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;secara online di &lt;a href="http://bbppki-mks.blogspot.com/p/daftar-lelang.html"&gt;http://bbppki-mks.blogspot.com/p/daftar-lelang.html&lt;/a&gt;  &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 23.8pt; text-align: justify; text-indent: -23.8pt; line-height: 95%;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;&lt;span style=""&gt;VI.&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;Penjelasan lebih lanjut akan diberikan pada saat Pendaftaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 95%;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.5in; text-align: center; line-height: 95%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;Makassar, 04 Mei 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.5in; text-align: center; line-height: 95%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.5in; text-align: center; line-height: 95%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;TTD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.5in; text-align: center; line-height: 95%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 3.5in; text-align: center; line-height: 95%;" align="center"&gt;&lt;span style="line-height: 95%;"&gt;Panitia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-2514746274429860215?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/2514746274429860215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/2514746274429860215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2010/05/pengumuman-pelelangan.html' title='Pengumuman Pelelangan'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-2519752815373147017</id><published>2009-12-24T10:43:00.000+08:00</published><updated>2010-06-25T11:25:43.341+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majalah'/><title type='text'>Majalah Publik Edisi Desember 2009</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TCK4dIJtSfI/AAAAAAAAAG4/24YPiK7g0tI/s1600/Desember.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 155px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TCK4dIJtSfI/AAAAAAAAAG4/24YPiK7g0tI/s200/Desember.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486150106634602994" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Infrastruktur Informasi dan masyarakat Informasi (Syarifuddin Akbar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis Iklan Media Online (Christiany Juditha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya Regulasi Penyiaran radio Komunitas dan Televisi Kable di Daerah (Arifuddin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi  Informas i dan Komunikasi dan Peranannya dalam Proses Perubahan Sosial (Rukman Pala)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan E-Governement di Indonesia (Yayat Dendi Hadiyat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Digitalisasi: Matinya Televisi Analog (Mukhlis Amin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blog dan Kampanye Politik (Tasmil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tips dan Trik Berinternet secara Sehat (Solehuddin Hasdin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk membaca selengkapnya, silahkan &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10416980/MajalahPUBLIKDesember2009.pdf.html"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Download&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-2519752815373147017?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/2519752815373147017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/2519752815373147017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2009/12/majalah-publik-edisi-desember-2009.html' title='Majalah Publik Edisi Desember 2009'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TCK4dIJtSfI/AAAAAAAAAG4/24YPiK7g0tI/s72-c/Desember.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-8782005980870097060</id><published>2009-12-24T10:06:00.000+08:00</published><updated>2010-06-24T09:18:20.278+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Brosur'/><title type='text'>Brosur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Klik Pada Gambar jika ingin mengunduh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ziddu.com/download/10416732/UndangUndangNo.142008KIP.pdf.html"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 108px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TCKw0drmLiI/AAAAAAAAAGg/RZjiAlXX3-8/s200/KIP.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486141711457857058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ziddu.com/download/10416581/UndangUndangNo.112008ITE.pdf.html"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 111px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TCKwz4hcvfI/AAAAAAAAAGY/MESKQOsu-Mk/s200/ITE.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486141701483183602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ziddu.com/download/10416526/MengenaliTindakPidanaPerdaganganOrang.pdf.html"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 120px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TCKvwBY4xwI/AAAAAAAAAGQ/WaxGWCK8Rvo/s200/traficking.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486140535632086786" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ziddu.com/download/10416517/BerInternetSecaraSehat.pdf.html"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 108px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TCKvv22ZtKI/AAAAAAAAAGI/19s24XCcfW0/s200/internetsehat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486140532803089570" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-8782005980870097060?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/8782005980870097060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/8782005980870097060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2010/06/brosur.html' title='Brosur'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TCKw0drmLiI/AAAAAAAAAGg/RZjiAlXX3-8/s72-c/KIP.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-3132375985497998242</id><published>2009-07-24T09:20:00.000+08:00</published><updated>2010-06-25T11:25:55.109+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Majalah'/><title type='text'>Majalah Publik Edisi Juni 2009</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=8637102540375053631&amp;amp;postID=3132375985497998242#"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 154px; height: 200px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TCK0K8LV9TI/AAAAAAAAAGw/kF2XXNWWv7A/s200/Juni.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5486145396136080690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Peningkatan Profesionalisme dan Kinerja Humas Pemerintah dalam Pengelolaan Informasi (Freddy H. Tulung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Facebook dalam Konteks Interaksi Sosial Komunikasi (Christiany Juditha)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenal Kejahatan Internet dan Penanggulangannya (Faizal Jafar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Harus Free Opens Source Software (FOSS) (Syarifuddin Akbar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Analisis Isi Media dan Pengaruhnya Terhadap Masyarakat, Studi tentang Fenomena Sosial Melalui Pendekatan Teori Agenda Setting (Arifuddin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Studi Pemanfaatan Media Tradisional dalam Layanan Informasi Publik di Kota Makassar (Emilsyah Nur)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menilai Situs Jejaring Sosial secara Adil (Dr. Wahyudi Kumorotomo MPP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Pers dalam mendukung terwujudnya Good Governance (Baso Saleh)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk membaca selengkapnya, silahkan&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/10416972/MajalahPUBLIKedisijuni2009.pdf.html"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-3132375985497998242?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/3132375985497998242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/3132375985497998242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2009/12/majalah.html' title='Majalah Publik Edisi Juni 2009'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_6xFAVL6IWik/TCK0K8LV9TI/AAAAAAAAAGw/kF2XXNWWv7A/s72-c/Juni.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8637102540375053631.post-1901839283315756756</id><published>2009-05-07T13:25:00.000+08:00</published><updated>2010-05-09T14:30:04.656+08:00</updated><title type='text'>Konfirmasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold; color: rgb(51, 51, 255);"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TERIMA KASIH TELAH MENDAFTAR&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FORMULIR PENDAFTARAN AKAN KAMI KIRIMKAN&lt;br /&gt;KE EMAIL ANDA UNTUK DILAMPIRKAN DALAM BERKAS PENDAFTARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8637102540375053631-1901839283315756756?l=bbppki-mks.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/1901839283315756756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8637102540375053631/posts/default/1901839283315756756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://bbppki-mks.blogspot.com/2009/05/konfirmasi.html' title='Konfirmasi'/><author><name>bbppki</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05142731199077405086</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
